Alasan Pemerintah Pilih Mercy Jadi Mobil Dinas Menteri

maiwanews – Keputusan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeli mobil dinas Mercedes Benz atau Mercy untuk pejabat tinggi negara termasuk menteri menjadi polemik.

Polemik bemula ketika presiden terpilih, Joko Widodo menolak kebijakan tersebut. Joko Widodo berpendapat, para menteri sebaiknya tetap menggunakan mobil dinas lama yakni Toyota Crown.

Namun Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Sudi Silalahi menangapi enteng kritikan Joko Widodo itu. Menurut Sudi, kebijakan itu merupakan kewajiban pemerintah saat ini karena sudah disetujui DPR.

Jika pemerintah mendatang di bawah kepemimpinan duet Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak setuju dengan Mecy itu kata Sudi, tidak usah digunakan. Sudi beralasan, pembelian mobil dinas baru untuk Menteri dilakukan karena mobil dinas lama sudah berumur lima tahun.

Terkait alasan memilih Mercy, Sudi menjelaskan bahwa keputusan itu melalui mekanisme seleksi melalui tender. Berdasarkan tender itu jelas Sudi, Mercy harganya lebih murah dari dari merek lain, bahkan berani memberikan garansi  perawatan gratis selama lima tahun.

Menteri Koordinator (Menko) Perkonomian Chairul Tanjung bahkan menyatakan bahwa Mercy yang dimaksud diproduksi di dalam negeri dan lebih murah dari merek mobil lain termasuk buatan Jepang.

“Kenapa dipilih Mercy, pertama itu diproduksi dalam negeri. Harganya paling murah dibandingkan dengan Toyota, BMW dan mobil-mobil yang ada,” kata CT, panggilan Chairul Tanjung, di Kemenko Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Sebagai produksi dalam negeri, Menteri Perindurstrian MS Hidayat membandingkan Mercy itu dengan Toyota Crown yang saat ini digunakan pejabat negara termasuk menteri.

Menurut MS Hidayat, selain lebih mahal, Toyot Crown bukan diproduksi di Indonesia sebagaimana Mercy. Toyota Crown katanya, diproduksi di Thailand.