maiwanews – Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang dan melelahkan dalam sidang maupun melalui forum lobi, DPR akhirnya memutuskan memilih pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.
Melalui putusan yang diambil melalui mekanisme voting atau pemilihan suara secara terbuka, sebanyak 135 anggota DPR memilih pilkada langsung oleh rakyat dan 226 yang memilih pilkada memalui DPRD.
Besarnya selisih suara antara kubu yang mendukung dengan yang menolak pilkada langsung terjadi setelah Partai Demokrat yang pada periode ini masih memiliki anggota mayoritas, secara dramatis menyatakan berada pada posisi netral.
Bukan hanya sampai di situ, partai yang didirikan sekaligus dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, juga memutuskan melakukan aksi walk out.
Aksi meninggalkan ruang sidang ini mengagetkan kubu PDI Perjuangan, Partai Kebangkita Bangsa (PKB), dan Hanura yang semula merasa mendapat dukungan dari partai berlambang Bindatang Mercy itu.
Berikut perolehan suara hasil voting di Paripurna DPR yang berlangsung Jumat, 26 September 2014 dinihari WIB:
Demokrat, 6 (langsung) dan 0 (DPRD)
Golkar, 11 (langsung) dan 73 (DPRD)
PDIP: 88 (langsung) dan 0 (DPRD)
PKS, 0 (langsung) dan 55 (DPRD)
PAN, 0 (langsung) dan 44 (DPRD)
PPP, 0 (langsung) dan 32 (DPRD)
PKB, 20 (langsung) dan 0 (DPRD)
Gerindra, 0 (langsung) dan 22 (DPRD)
Hanura, 10 (langsung) dan 0 (DPRD)
Keenam suara Demokrat yang memilih opsi Pilkada langsung adalah anggota yang tersisa dalam ruangan sidang setelah tidak mengikuti keputusan fraksi untuk netral dan melakukan walk out. Merka diantaranya I Gede Pasek Suardika dan Hayono Isman.









