KPH Prengan Kembangkan Rusa Timor

maiwanews, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Suyoto menilai penangkaran Rusa Timor (Cervus timorensis) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Malo, sangat penting keberadaannya.

“Penangkaran Rusa Timor atau Rusa Jawa yang dikembangkan Perhutani KPH Parengan di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini penting bagi keseimbangan ekosistem,” katanya belum lama ini

Menurut dia, munculnya berbagai bencana alam, mulai banjir, juga yang lainnya termasuk serangan hama di areal pertanian, juga disebabkan adanya ekosistem yang terganggu. Ada komponen ekosistem yang terputus, sehingga memunculkan bencana. Dengan demikian, ia meyakini penangkaran Rusa Timor tersebut akan mampu menjaga ekosistem alam, sehingga terjadi keseimbangan.

“Sebenarnya alam kalau dibiarkan oleh manusia, maka mencari keseimbangan sendiri,” ucapnya. Selain itu, Kang Yoto juga menilai bahwa aktivitas penangkaran Rusa Timor ini merupakan pekerjaan yang mulia sebagai sebuah panggilan moral.

Pada kesempatan itu, Administratur KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono, menjelaskan ide membuat penangkaran Rusa Timor tersebut tercetus pada pertengahan 2013 sebagai pemikiran bersama dengan PT Pertamina EP Asset IV, yang juga memiliki wilayah kerja pertambangan di kawasan hutan KPH Parengan.

Namun, pelaksanaannya baru bisa dilakukan mulai pada awal tahun 2014, yaitu dengan pembangunan fisik fasilitas penangkaran seluas 0,5 hektar yang seluruh biayanya didukung oleh pihak Pertamina EP Asset IV. Lalu pada Mei 2014 mulai diisi dengan dua ekor Rusa Timor betina dan empat ekor jantan dari lokasi penangkaran Rusa Timor KPH Blitar.

“Mempertimbangan rasio betina masih kurang, kami menambah lagi lima ekor Rusa Timor betina, juga mengambil dari lokasi penangkaran Rusa Timor KPH Blitar,” jelasnya.

Lebih lanjut Daniel menjelaskan bahwa penangkaran Rusa Timor tersebut diharapkan bisa dikembangkan  menjadi obyek wisata minat khusus atau wisata edukasi, dikaitkan dengan keberadaan sumur-sumur minyak tua dan ekosistem hutan jati di wilayah BKPH Malo KPH Parengan.

“Pengunjung setelah melihat penambangan sumur minyak tua dan hutan Jati bisa datang ke lokasi penangkaran Rusa Timor. Rangkaian wisata edukasi itu bisa diberi label Wisata Patra Wana” imbuhnya.

Berdasar data yang ada, sampai dengan awal Agustus 2014 ini jumlah individu Rusa dalam penangkaran tersebut telah menjadi 14 ekor karena ada penambahan 3 ekor anakan yang lahir berturut-turut dalam dua minggu terakhir. LEA