maiwanews – Aksi demonstrasi sejumlah elemen mahasiswa di Surabaya menuntut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dibatalkan.
Dalam aksinya, mahasiswa yang terdiri dari sejumlah elemen antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mengecam Jokowi atas keputusannya.
Berbeda dengan aksi serupa yang memiih berdemo di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, ratusan mahasiswa tersebut memusatkan aksinya di pusat kota Surabaya, depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.
Sore hari, para mahasiswa yang umumnya menggunakan jaket organisasi, berbaris kembali ke markas mereka dengan berjalan kaki.
Sepanjang jalan yang dilalui, para mahasiswa tanpa henti meneriakkan kecaman terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga premium dan solar bersubsidi.
Sementara itu, di depan Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, demo ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Unair, Unesa, dan Uinsa, diwarnai dengan bentrokan dan aksi bakar ban.
Indonesia-Viet Nam Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral
Prabowo Subianto Tiba di Malaysia untuk Kunjungan Kenegaraan
Mahasiswa Indonesia d India Sambut Kedatangan Prabowo Subianto di New Delhi
Operasi Lilin 2024, Aktivitas di Berbagai Gerbang Tol dari dan ke Jakarta Meningkat
Pj Sekda Makassar Irwan Adnan Hadiri Rapat Mediasi Dinas Pertanahan









