Kehandalan Panser Badak, Kendaraan Tempur Buatan PT Pindad

panser-badak-pindad-maiwanews-duamaiwanews – Kemampuan PT Pindad dalam memproduksi senjata dan kendaraan tempur canggih sudah teruji bahkan diakui dunia melalui berbagai produknya seperti senapan serbu, senapan sniper, hingga panser Anoa.

Saai ini, perusahaan milik pemerintah yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat itu sedang mengembangkan kendaraan tempur generasi baru panser Anoa bernama Badak.

Bekerjasama dengan Cockerill Maintentance & Ingenierie SA Defence (CMI), Pindad membuat panser Badak yang dilengkapi dengan sistem persenjataan (turret) dengan kanon 90mm jenis Cockerill CSE 90LP.

Di kalangan militer dunia turret, Cockerill CSE 90LP dikenal dengan keandalannya memberikan tembakan yang sangat akurat dan efektif. Senjata ini dapat digunakan untuk mendukung tugas prajurit dalam peperangan kota maupun perang konvensional.

Selain itu, Cockerill CSE 90LP juga menggunakan sistem senjata bertekanan rendah yang menghasilkan tembakan dengan akurasi dan kekuatan yang tinggi, secara simultan, dan dapat diandalkan dalam waktu yang lama dengan menggunakan sistem kontrol elektronik dan digital yang dapat digunakan siang dan malam. Cockerill CSE 90LP juga diklaim memiliki kapabilitas tinggi dan desain yang advanced namun mudah digunakan dan dapat diandalkan.

Cockerill yang merupakan pengembang kanon terkemuka dari Belgia, sepakat untuk melakukan proses alih teknologi dan rancang bangun bersama Pindad dalam memproduksi sistem persenjataan kanon 90 mm Cockerill CSE 90LP di panser Badak.

Sementara Pindad sendiri bertugas mengembangkan kendaraan tempurnya, dengan basis rancang bangun Anoa yang dimodifikasi dengan mesin diesel 6 silinder berkekuatan 340 tenaga kuda dengan transmisi otomatis ini, menggunakan monocoque body yang mampu menahan tembakan amunisi hingga 12,7 mm.

Panser Badak dengan nama yang diberikan oleh Wapres Jusuf Kalla ini, mampu melaju dengan kecepatan maksimum 90 km/jam. Memiliki berat 11 ton, Badak menggunakan teknologi double wishbone independent suspension. Teknologi itu berguna untuk menjaga kestabilan kendaraan saat menembakkan kanon 90 mm.

Direktur PT Pindad Tri Hardjono di acara Indo Defence 2014 beberapa waktu lalu mengatakan, Jika semua persiapan lancar maka pertengahan tahun depan Pindad dan Cockerill akan mulai fase joint production turret dengan kanon 90 mm.

Menurut Tri, panser Badak diharapkan dapat mendukung pencapaian strategi pertahanan Indonesia yang termaktub dalam Minimum Essential Forces (MEF) dalam pemenuhan alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI), sekaligus untuk mempersiapkan tenaga-tenaga andal Pindad agar bisa masuk dalam pasar panser dengan kanon 90 mm di dunia.

Sementara James Caudle dari CMI berjanji, pihaknya akan mendukung upaya pengembangan kapasitas dan keahlian Pindad, kami juga akan bersama-sama memasarkan produk baru ini melalui jaringan pemasaran global CMI di berbagai negara.

Di Indo Defence 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat lalu, panser Badak mendapat perhatian cukup besar dari para petinggi TNI, pelaku industri pertahanan duani, dan warga masyarakat.