maiwanews – Politisi Partai Kadilan Sejahtera (KPS), Aboebakar Alhabsyi ikut angkat bicara terkait wacana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarmo menjual gedung miliknya.
Aboebakar mempertanyakan rencana Rini itu mengingat UMN yang mau dijualitu, dua lantai sudah dipinjamkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)).
“Bila (gedung BUMN) sekarang mau dijual, nantinya KPK mau ditaroh di mana?,” kata kata Aboebakar yang juga anggota Komisi III DPR itu, Kamis (18/12/2014).
Pria bertubuh subur itu yakin, langkah Rini berotensi membuat efektivitas pemberantasan korupsi di era pemerintahan Jokowi-JK, tidak berjalan baik.
Aboebakar yakin, para aktifis antikorupsi akan menilai bahwa kebijakan Rini tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menghambat kinerja KPK.
Seperti diketahui, dua lantai yakni lantai 5 dan lantai 15 d Gedung BUMN disepakati dipinjamkan kepada KPK. Kesepakatan itu diwujudkan ketika Menteri BUMN dijabat oleh Dahlan Iskan.
Peminjaman itu dimaksudkan untuk menunjang kinerja KPK yang butuh ruangan lebih luas sambil menunggu gedung baru KPK selesai dibangun.









