Akibat Banjir, 120.966 Lebih Warga Aceh Harus Mengungsi

maiwanews – Tujuh kabupaten di Aceh terendam banjir sejak Minggu (21-12-2014) dan belum surut hingga saat ini. Banjir tersebut mengakibatkan 120.966 jiwa yang terdiri dati 20.570 kepala keluarga terpaksa harus bermukim di pengungsian.

Dari tujuh kabupaten itu yakni Kab. Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Pidie, Lhokseumawe, dan Banda Aceh, tercatat sebanyak 73 kecamatan yang masih terendam banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, berdasarkan data BNPD, di Aceh Timur dan Aceh Utara ketinggian air mencapai tinggi 50-400 cm.

Di Aceh Timur kata Sutopo, banjir merendam 25.773 rumah di 276 desa (23 kecamatan) sehingga menyebabkan 59.488 jiwa (14.514 KK) mengungsi. Daerah yang terparah katanya, meliputi Kec.Julok yang terendam banjir hingga ketinggian 2 meter dan sebanyak 5.743 jiwa warga 26 desa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Banjir tersebut jelas Sutopo, terjadi akibat sungai-sungai yang dangkal sehingga ketika hujan, debit sungai meluap. Selain hujan lokal, juga akibat hujan dari Kab. Bener Meriah dan Takengon. BPBD Kab. Aceh Utara bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi warga yang terlanda banjir.

Dijelaskan Sutopo, bantuan logistik terus dikirimkan ke lokasi banjir namun alami BPBD kesulitan untuk menuju lokasi banjir karena keterbatasan perahu karet, peralatan, logistik, kendaraan operasional dan luasnya wilayah yang terendam banjir.

“Kebutuhan mendesak adalah perahu karet, makanan siap saji, selimut, tikar, pakaian dan kebutuhan bayi dan anak,” kata Sutopo dalam keterangannya, Rabu (24/12/2014).

BERITA LAINNYA

.