Kerugian Banjir Akibat Hujan Rp 9 M

LAMONGAN – Hujan deras yang mengguyur Lamongan, sejak kemarin sore membawa petaka. Ribuan rumah serta sawah tambak terendam banjir. Tidak ada korban jiwa BANJIR LAMONGANdalam musibah ini, tapi kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 9 miliar.

Hujan deras yang mengguyur Lamongana membuat anak sungai Bengawan Solo tidak mampuh menampungnya. Akibantnya, air meluber. Akibat kejadian ini, ribaun rumah dan ribuan hektar sawah tambak terendam air.

Data di Satkorlak Lamongan menyebutkan, banjir tersebut terjadi di lima kecamatan. Data terbaru, 1.115 rumah terendam air hingga ketinggianya mencapai 50 meter. Masing-masing di kecamatan Kalitengah 559 rumah, Glagal 210, Karangbinangun 211, Dekat 47 dan Turi 128 rumah. Sedang sebanyak 4 tempat ibadah juga tergenang.

Bukan hanya rumah, air juga merendam 3.309 ha tambak. Kerugian diperkirakana mencapai Rp 8,915 M.

Data lain menyebutkan, banjir juga merendam jalan poros desa. Antara lain jalan desa Turi sepanjang 335 meter, poros desa 1. 845 meter, Kalitengan poros desa 4.454 meter, Karangbinangun jalan desa 50 meter dan poros desanya 1.410 meter. Kecamatan Glagah jalan Kabupaten 140 meter dan Deket jalan desa sepanjang 1.200 meter.

Kepala Bakesbangpolinmas Lamongan, Imam Tresno Edy, kepada wartawan menyatakan, banjir di Lamongan ini akibat curah hujan terlalu tinggi, utamanya hujan di wilayah selatan.

”Akibatnya air mengalir ke daerah dataran rendah, tepatnya di wilayah utara,” kata Imam.

Menyikapi banjir ini, selain mengangani pengamanan, pihaknya juga sudah memberi bantyuan sosial.

Sementara bantuan yang sudah diterjunkan ke beberapa lokasi banjir berupa beras sebanyak 15, 045 ton untuk Kalitengah, dan sebagian Babat.

”Kami juga berencana akan mengirim bantuan kepada KK yang amembutuhkannya,” tutur Imam.