maiwanews – Menggaet lebih banyak mitra kerja dengan pabrikan besar mancanegara, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) semakin produktif membuat pesawat dan helikopter dalam berbagai jenis dan fungsi.
Salah satu produksi terbaru andalan PTDI adalah helikopter Dauphin AS-365N3+ yang merupakan hasil pengembangan bersama dengan Eurocopter, perusahaan yang didirikan tiga negara yakni Perancis, Jerman dan Spanyol.
Helikoper Dauphin banyak diminati, terutama untuk digunakan dalam misi penyelamatan atau operasi yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Heli ini dilengkapi dengan peralatan hoist untuk mengevakuasi korban dan radar cuaca untuk mendukung operasi SAR dalam berbagai cuaca.
Dalam operasi pencarian dan penyelamatan pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata dan Pangkalan Bun, Helikopter Dauphin baik milik Basarnas maupun Polri, cukup rajin wira-wiri mengangkut korban dari kapal ke darat.
Dengan fasilitas hoist, beberapa kali helikpter berwarna orange milik Basarnas, sukses melakukan mengangkatan jenazah baik langsung dari laut maupun dari atas geladak kapal, termasuk pengangkatan dramatis terhadap jenazah pertama korban AirAsia.
Untuk meningkatkan fungsinya dalam misi penyelamatan, helikopter Dauphin akan dilengkapi dengan infrared. Fasilitas canggih ini memungkinkan helikopter Dauphin digunakan untuk operasi di malam hari.
Hingga saat ini, Basarnas memiliki 2 buah helikopter Dauphin dan rencananya akan ditambah beberapa buah lagi di masa mendatang.









