Pembentukan Badan Cyber Nasional Perlu Masukan Pakar

virtual-identity-ed

maiwanews – Deputi Bidang Polhukam (Politik, Hukum, dan Keamanan) Seskab (Sekretaris Kabinet) Bistok Simbolon mengatakan rencana pembentukan Badan Cyber Nasional perlu memndapat masukan-masukan dari para pakar. “Dari kalangan pemerintah sudah ada keinginan untk membentuk Badan Cyber itu. Tetapi untuk ke dalam format yang tepat perlu mendapat masukan-masukan dari para pakar”, kata Bistok Selasa 10 Maret 2015.

Dalam diskusi pembentukan Badan Cyber Nasional Kedeputian Bidang Polhukam Seskab 10 Maret, Bistok mengemukakan saat ini kita hidup dalam alam teknologi dimana teknologi informasi telah banyak membantu dan mendukung baik dalam penelenggaraan pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi. Namun sebaliknya, perkembangan teknologi informasi juga mengandung ancaman-ancaman.

Menurut Bistok, harus difikirkan bagaimana pemerintah memberi respon secara pas dan postif terhadap penggunaan teknologi. Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan unit pemerintah lainnya seperti TNI dan Polri dalam menangkal ancaman dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Terkait format dan desain kelembagaan, Bistok mengatakan perlu adara rumusan secara tepat agar format dan desainnya nantinya tidak mengikuti kecenderungan pembentukan lembaga atau badan lain. Bistok ingin agar format dan desain Badan Cyber Nasional nantinya tidak terlalu besar.

Diskusi Pembentukan Badan Cyber Nasional di Gedung III Lantai 2 Sekretariat Negara dihadiri oleh para pejabat eselon I, II dan III Sekretariat Kabinet dan Sekretariat Negara. Dari kalangan pakar hadir Budi Rahardjo (Dosen ITB), Dr. Danriwanto Budhijanto (Staf Khusus Menkominfo), dan Dr. Edmon Makarim (Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia). (m011/Setkab/ES)