maiwanews – Kongres IV PDI Perjuangan yang berlangsung di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, secara resmi ditutup oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Sabtu (11/4/2015) siang Wita.
Sebelum menginjak acara penutupan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasti Kristiyanto berkesempatan membacakan 7 sikap politik hasil Kongres IV PDIP 2015.
Sikap politik PDIP 2015 yang merupakan penyempurnaan dari sikap Kongres III PDIP tahun 2010 tersebut, diberi judul “Mewujudkan Indonesia Raya Indonesia yang Sejati-jatinya Merdeka”.
Berikut 7 sikap politik PDI Perjuangan hasil Kongres IV selengkapnya :
1. PDI Perjuangan menegaskan akan terus berjuang memastikan, mengarahkan, mengawal dan mengamankan kebijakan-kebijakan politik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat agar tetap mengandung satu muatan, satu arah, serta satu haluan ideologi, Pancasila 1 Juni 1945, berpijak pada konstitusi UUD 1945 dan memilih jalan Trisakti yang tidak hanya di atas kertas.
2. PDI Perjuangan menegaskan akan terus berjuang memastikan, mengarahkan, mengawal dan mengamankan program-program kerja yang diputuskan Pemerintah Pusat sebagai pemenuhan terhadap janji-janji kampanye, sebagai upaya pelaksanaan jalan Trisakti yang merupakan pemenuhan amanat Pancasila 1 Juni 1945 dan konstitusi UUD 1945, yang juga merupakan program kerja dan cita-cita partai.
3. PDI Perjuangan menegaskan jalan Trisakti adalah satu-satunya pilihan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
4. PDI Perjuangan bertekad mengobarkan kembali jiwa bangsa yang bermartabat, bergotong royong dan berkeadilan sosial, serta mewujudkan kehidupan politik yang menjamin kedaulatan politik rakyat.
5. PDI Perjuangan bertekad meneguhkan diri sebagai poros kekuatan politik nasional yang menjadi perekat kebangsaan dan penjaga kebhinekaan Indonesia dimana perbedaan dan keanekaragaman budaya, bahasa, suku, dan agama adalah taman sarinya Indonesia.
6. PDI Perjuangan menegaskan keberpihakannya pada rakyat Marhaen sebagai kekuatan produksi nasional yang menopang berjalannya sistem ekonomi kerakyatan guna melakukan koreksi terhadap berjalannya sistem ekonomi neo-liberal dan neo-kapitalis.
7. PDI Perjuangan bertekad melawan kemiskinan struktural dan mencegah berbagai bentuk penghisapan guna melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta menjamin terpenuhinya hak dasar warga negara Indonesia.
Berdasarkan 7 sikap politik itu, PDI Perjuangan bertekad memutuskan akan menjadi kekuatan politik nasional, yang akan berjuang bersama rakyat, memastikan, mengawal, mengarahkan, mengontrol, mengawasi dan mengamankan kerja pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla satu arah, satu gerak langkah, satu nafas dengan Pancasila 1 Juni 1945, berpijak pada konstitusi UUD 1945, serta memilih Trisakti sebagai satu-satunya jalan untuk menjadikan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan.
.









