
maiwanews – Kericuhan yang terjadi saat Leo Nababan dan Agung Laksono pidato di Rapat Konsolidasi Golkar kubu Agung Lasono di Hotel Tiara Medan, Sumatera Utara ditanggapi oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.
Tommy mengajak Agung Laksono cs untuk merenungkan dan introspeksi, bagaimana sakitnya jika kita sedang melakukan rapat partai lalu tiba-tiba diganggu bahkan dibubarkan oleh sekelompok orang lain.
“Sudah merasakan Rasanya Rapat tiba2 Di kisruh?” tulis Tommy yang juga putra manan Presiden Soeharto dalam akun Twitternya @HutomoMP_9, Minggu (12/4/2015).
Karenanya Tommy mengatakan, jangan menciptakan kekisruan terhadap orang lain jika kita sendiri tidak ingin merasakan hal yang sama. Ingat kata Tommy, karma itu ada.
“Kadang2 untuk menghentikan Buaya yang terlalu rakus dan meresahkan kita Harus Merobek Mulut nya..!!!” sambung Tommy.
Tommy mengakui memiliki masa lalu yang kurang patut dicontoh, namun masa lalu itu sudah ditinggalkan. Tapi kata dia, ia masih ingat betul cara ‘merobek mulut’ orang-orang yang terlalu arogan dan rakus.
.









