maiwanews – Melalui surat keputusan yang ditandatangani Jumat tanggal 17 April 2015, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan induk sepakbola tanah air, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Meski sudah dibekukan pemerintah, Kongres Luar Biasa PSSI di Surabaya tetap berlangsung. Dalam sesi pemilihan ketua umum, KLB menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai pimpinan tertinggi PSSI.
Dalam voting yang dilakukan Sabtu (18/4) siang WIB, La Nyalla menang telak dengan meraih total 94 suara, jauh dari Syarif Bastaman yang hanya memperoleh 14 suara. Kandidat lainnya yakni Subardi, Sarman, Muhammad Zein, dan Benhard Limbong sama sekali tidak mendapat suara.
Dari total suara 107, peserta KLB yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 106 suara, salah satu pemilik suara yakni PSS Sleman mundur dari pemungutan suara.
Menanggapi pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi, La Nyalla mengatakan tidak perduli. “Saya tidak peduli terhadap keputusan Menpora,” kata La Nyalla kepada wartawan di arena KLB PSSI di Hotel JW Marriott, Surabaya, Sabtu (18/4/2015).
Menurut La Nyalla, keputusan yang dihasilkan kongres luar biasa ini akan terus berjalan dan akan tetap mengikuti aturan hukum induk sepakbola dunia, FIFA.
.









