maiwanews – Belum genap satu tahun berkuasa di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle Kabinet Kerja. Pengumunan reshuffle sekaligus melantik menteri baru berlangsung di Istana Negara Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Dalam reshuffle kali ini, presiden pemberhentian 5 menteri dan Seskab yaitu Tedjo Edhy dari posisi Menko Polhukam, Sofyan Djalil dari posisi Menko Perekonomian, Andrinof Chaniago dari posisi Kepala Bappenas, Rachmat Gobel dari posisi Menteri Perdagangan, Indroyono Soesilo dari posisi Menko Maritim, dan Andi Widjajanto dari posisi Sekretaris Kabinet.
Sementara lima menteri baru dan Seskab yang dilantik adalah Darmin Nasution menjabat Menko Perekonomian, Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Kemaritiman, Pramono Anung yang menjadi Seskab, Sofyan Djalil menjadi Kepala Bappenas, Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Menko Polhukam, dan Thomas Lembong menjadi Menteri Perdagangan (Mendag).
Dengan adanya reshuffle ini, maka jatah menteri atau setingkat menteri dua partai politik (parpol) pendukung utama pemerintah yang dipimpin Jokowi-JK yakni PDI Perjuangan dan Nasional Demokrat (NasDem) jumlahnya berubah.
Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri yang semula mendapat 4 jatah menteri Menko PMK Puan Maharani, Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkop UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, kini bertambah satu dengan masuknya Pramono Anung.
Sementara Nasdem yang sebelumnya juga punya jatah 4 menteri yakni Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursidan Baldan, dan Jaksa Agung M Prasetyo, berkurang satu dengan keluarnya Tedjo Edhy Purdjiatno.
Partai pendukung utama pemerintah lain yang juga punya jatah 4 menteri yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tidak berubah. Partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini masih memiliki 4 menteri yakni yakni Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.
Tiga parpol pendukung pemerintah lainnya masing-masing Hanura tetap dua kursi yakni Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, PPP (kubu Romi) 1 kursi yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan PKPI mendapat posisi KaBin Sutiyoso.
Partai Golkar kubu Agung Laksono yang berulang-ulang menunjukkan dukungannya kepada pemerintah, tidak mendapat jatah kursi kabinet di reshuffle kali ini kecuali jatah Kepala BNP2TKI yang sebelumnya memang sudah dijabat oleh Nusron Wahid.









