maiwanews – Puluhan ribu massa buruh se Jabodetabek turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa di sejumlah titik termasuk depan Istana Negara, Jakarta hari ini, Selasa 1 September 2015.
Massa buruh melakukan unjuk rasa menyikapi potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelemahan ekonomi yang disebabkan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang sudah menmbus angka Rp 14 ribu.
Buruh yang terdiri dari berbagai elemen diantaranya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) ini, juga mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Sebanyak kurang lebih 50 ribu buruh yang akan bergerak mulai pukul 09.00 Wib dari Bundaran HI menuju ke Istana Negara, dan mampir ke Balaikota dan Kemenkes serta Kemenaker itu juga menyoroti soal maraknya tenaga kerja asing masuk Indonesia.
Di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran akibat melemahnya nilai tukar rupiah, buruh mendesak pemerintah membatasi masuknya tenaga kerja asing (TKA) secara massif dan meminta agar syarat TKA bisa berbahasa Indonesia tetap diberlakukan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, pada aksi demonstrasi kali ini, para buruh menyampaikan 10 tuntutan. Berikut 10 tuntutan buruh selengkapnya:
1. Turunkan harga bahan bakar minyak dan sembilan bahan makanan pokok
2. Tolak pemutusan hubungan kerja akibat pelemahan rupiah dan perlambatan ekonomi
3. Tolak pekerja asing atau mewajibkan pekerja asing berbahasa Indonesia
4. Perbaiki layanan kesehatan
5. Naikkan upah minimum 22 persen
6. Angkat pekerja kontrak dan outsourcing jadi karyawan tetap dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil
7. Revisi peraturan pemerintah jaminan pensiun setara dengan PNS
8. Bubarkan Pengadilan Hubungan Industrial
9. Pidanakan perusahaan pelanggar keselamatan dan kesehatan kerja
10. Sahkan Rancangan Undang-Undang Pembantu Rumah Tangga.









