maiwanews – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hari Jumat 18 September di Ygyakarta mengumumkan bahwa Idul Adha 1436 Hijriyah jatuh pada hari Rabu 23 September 2015. Hal ini berbeda dengan putusan pemerintah bahwa Idul Adha tahun ini jatuh pada hari Kamis 24 September. Perbedaan tersebut menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta karena Muhammadiyah menerapkan metode hisab murni (perhitungan).
Terkait perbedaan waktu dengan pemerintah, Haedar meminta agar pemerintah baik pusat maupun daerah beserbeserta seluruh jajarannya untuk memberikan kesempatan, fasilitasi, dan jaminan keamanan bagi warga Muhammadiyah dan kaum muslimin lainnya. Menurutnya, perbedaan sering terjadi namun itu murni karena ijtihad.
â€�Karena perbedaan ini sering, ini menyangkut konteks beragama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan ini murni karena ijtihad (upaya) dan cara kita menjalankan agama yang masih belum bisa kita cari titik temunya. (Kami) meminta kepada pemerintah dan seluruh pihak memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada Muhammadiyah dan umat Islam yang melaksanakan Idul Adha pada tanggal 23 September atau pada hari Rabu,” ujar Haedar.
Kepada warga Muhammadiyah maupun jajaran pimpinan cabang dan ranting, PP Muhammadiyah menginstruksikan agar dalam melaksanakan ibadah senantiasa berkoordinasi dengan pihak berwenang, menjaga ketertiban, menjaga kerukunan, serta menjaga toleransi terhadap umat Islam yang melaksanakan Idul Adha pada hari berbeda.
Menanggapi perbedaan waktu pelaksanaan shalat Idul Adha, beberapa instansi pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengizinkan karyawan melaksanakan shalat Idul Adha pada hari Rabu 23 September, namun mereka harus kembali ke kantor. Sedangkan libur tetap pada hari Kamis 24 September. (m012/VoA)









