maiwanews – Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said membuah heboh dengan mengungkap dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).
Sudirman Said mengaku memiliki bukti bahwa Ketua DPR RI Setya Novanto telah mencatut nama Jokowi dan JK saat pertemuan yang ketiga dengan petinggi PT Freeport Indonesia.
Barang bukti yang ada di tangan Sudirman berupa rekaman percakapan Setya Novanto dengan petinggi Freeport. Barang bukti yang dibuat Freeport itu pula yang dibawa Sudirman ketika melaporkan Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Namun gerbrakan Sudirman tersebut mulai dikritik sejumlah pihak yang dinilai hanya membuat gaduh di tengah adanya upanya agar Sudirman dicopot dari jabatannya sebagai Menteri ESDM.
Direktur Eksekutif Point Indonesia Karel Susetyo menilai, aksi Sudirman Said belakangan membingungkan. Apalagi rekaman percakapan Novanto sengaja dibuat oleh Freeport lalu diberikan kepada Sudirman untuk dijadikan barang bukti.
Lebih jauh, aksi Sudirman dicurigai sebagai sebuah manuver agar mantan Dirut PT Pindad ini aman dari isu reshuffle jilid dua yang akhir-akhir ini mulai kencang terdengar.
“Sudirman ini sedang memainkan peran sebagai menteri atau kepanjangan tangan dari Freeport? Jangan-jangan dia (Sudirman) melakukan (manuver) itu agar aman dari reshuffle,” kata Karel di Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Seperti diketahui, SETARA Institute telah memaparkan hasil studi yang menyarankan agar Presiden Jokowi fokus kepada 10 menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik termasuk diantaranya adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.
Selain SETARA, sejumlah lembaga, pengamat hingga politisi juga secara terbuka dalam banyak kesempatan menyuarakan tuntutan agar Rini dan Sudirman segera diganti.
Sanksi AS Menarget Perdagangan Minyak Iran-Tiongkok
Arus Mudik Lebaran 2025, Hampir 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Presiden dan Menteri ATR Bahas Isu Pertanahan
Presiden Instruksikan Kementerian ESDM Aktifkan Kembali Pengecer LPG, Ungkap Dasco
Prabowo Panggil Menteri KKP, Perintahkan Usut Tuntas Pagar Laut di Tangerang









