
maiwanews – Sebanyak 50 peserta mengikuti peserta dari berbagai kementerian dan kedinasan dari seluruh Indonesia mengikuti bimbingan teknis (bimtek) bagi Pejabat Fungsional Penerjemah “Pelatihan Penerjemahan Lisan”. Acara diselenggarakan di Hotel Golden Flower Savero Bogor, Jawa Barat tanggal 18 sampai 20 Nopember.
Sekretariat Kabinet (setkab) selaku penyelenggara menghadirkan Inanti Pinintakasih Diran dan Widyatmoko Kukuh Sanyoto sebagai nara sumber. Keduanya adalah pakar sekaligus praktisi bahasa dari Universitas Indonesia. Bimtek dibuka Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Dukungan Kerja Kabinet Dr. Yuli Harsono.
Yuli Harsono menigngatkan bahwa undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2010, mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia bagi pejabat pemerintah Indonesia dalam acara resmi di dalam dan diluar negeri.
Di ASEAN, Indonesia dikatakan mengalami penurunan indeks Kemahiran Berbahasa Inggris. Pada tahun 2014 index kemahiran berbahasa Inggris Indonesia berada pada peringkat ketiga, tahun ini mengalami penurunan menjadi peringkat keempat. Di seluruh dunia, peringkat Indonesia turun dari 28 tahhun lalu menjadi 32 pada tahun ini.
Usai pembukaan, dilakukan peluncuran Jurnal Penerjemahan Volume 2 oleh Asisten Deputi Bidang Naskah dan Terjemahan Eko Harnowo S.S., M.Si. sebagai pemimpin redaksi. Eko juga sempat memimpin doa bagi almarhum Prof. Dr. Benny Hoedoro Hoed, Guru Besar Emeritus bidang susatra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia tersebut meninggal dunia, Rabu 18 Nopember.
Benny Hoedoro Hoed dikenal sebagai pakar linguistik, beberapa tulisannya diantaranya adalah “Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya”, “Kala dan Fungsinya dalam Terjemahan Novel”, dan “Penerjemahan dan Kebudayaan”. (m012/setkab/WID/ES)









