GRESIK – Kampanye di pasar ternyata menjadi primadona bagi pasangan calon bupati-wakil bupati saat mengawali hari pertama kampanye. Terbukti, ada tiga pasangan calon lebih
memilih gerilya ke pasar untuk menggaet massa.
Ketiga pasangan tersebut masing-masing pasangan Bambang Suhartono – Abdullah Qonik (BaNi) di Gresik (zona A), pasangan Sambari – Qosim (SQ) di Panceng (zona C), dan pasangan Husnul Khuluq – Musyaffa’ Noer (HuMas) di Menganti (zona E).
Untuk tim kampanye pasangan BaNi, mereka bergerilya ke Pasar Sidomoro dan Gresik. Cawabup Abdullah Qonik bersama Ketua tim kampanye Hadi Kusono menyapa para pedagang pasar sembari membagikan pamflet, poster, dan korek bergambar BaNi.
“Kami memang belum kampanye pengerahan massa, karena kami anggap efektif adalah dengan melakukan pendekatan langsung,” ujar Kusono yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik ini.
Sedang pasangan SQ menggelar kampanye terbuka dengan jalan sehat di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng.
Mereka juga blusukan ke kampung untuk menyapa masyarakat.
“Kami memang lebih memilih kampanye dengan menggelar jalan sehat dan blusukan ke kampung. Dan bagi kami, kegiatan tersebut lebih mengena dan tepat sasaran,” ujar Ahmad Nurhamim, Ketua Tim Kampanye SQ yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik ini.
Sementara, hari pertama kampanye terbuka dimanfaatkan oleh pasangan HuMas untuk menggelar jalan sehat bersama warga se-kecamatan Menganti.
Tidak hanya itu, usai kegiatan langsung dilanjutkan dengan sapa pedagang di pasar tradisional Menganti.
“Jalan sehat dan menyapa pedagang pasar adalah kegiatan efektif agar bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” tegas Ketua Tim Pemenangan pasangan HuMas, Syaiful Khirom,









