Disebut-sebut Sebagai Calon Menteri Jokowi, Ini Profil Taufik Kurniawan

maiwanews – Semenjak menyatakan diri menjadi partai pendukung pemerintah, banyak pihak percaya bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapat jatah kursi menteri di Kabinet Kerja melalui reshuffle jilid dua.

Jika itu betul, PAN memiliki banyak kader yang mempunyai kapabilitas untuk menjadi menteri seperti ekonom Didiek J Rachbini dan Dradjad Wibowo, Ketua Komisi VI Hafiz Thohir, mantan Bendahara Umum PAN Asman Abnur, serta Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Beberapa hari terakhir, dua kader PAN yang disebut terakhir yakni Asman Abnur dan Taufik Kurniawan semakin santer disebut-sebut akan masuk jajaran menteri yakni di kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Perhubungan.

Siapa Taufik Kurniawan? Berikut profil singktnya:

Taufik Kurniawan yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 22 November 1967 adalah anggota sekaligus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dua periode yakni 2009-2014 dan 2014-2019 mewakili PAN dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII.

Taufik Kurniawan pertama kali dilantik sebagai Wakil Ketua DPR bidang Korkesra pada tanggal 2 Maret 2010, menggantikan Marwoto Mintohardjono yang telah meninggal dunia pada Januari 2010.

Selain menjadi Wakil Ketua DPR, Taufik juga menjadi anggota DPR RI Komisi V yang membawahi bidang legislasi, anggaran dan pengawasan pada bidang-bidang perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal.

Ayah dari dua anak ini memulai karir politiknya melalui PAN Semarang sebagai sekretaris DPW PAN Jawa Tengah hingga mencapai karir politik tertinggi di DPP PAN sebagai Sekjen PAN mendampingi Hatta Rajasa.

Masih di masa kepemimpinan Hatta Rajasa, Taufik dipilih jadi Wakil Ketua DPR untuk yang kedua kalinya. Setelah Hatta Rajasa digantikan Zulkifli Hasan melalui kongres di Bali, Taufik mendapat posisi sebagai salah satu ketua di DPP PAN.

Sejauh yang nampak di permukaan, Taufik Kurniawan menjalankan politik relatif soft. Karenanya tak heran jika di internal partai berlambang matahari terbit, alumni Fakultas Teknik Kimia Universitas Diponegoro 1991 ini cenderung diterima oleh semua kelompok. (Yulham)