Irman: Golkar Kubu Ical Menang, Kepengurusan Golkar tidak Kosong

maiwanews – Banyak kalangan menyebut bahwa kepengurusan Partai Golkar mengalami kekosongan menyusul pencabutan SK Menkumham yang mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono di akhir 2015.

Apalagi di waktu bersamaan, kepengurusan Golkar hasil Munas Riau diyakini telah habis periodengan pada 31 Desember 2015, sementara kepengurusan Golkar hasil Munas Bali belum disahkan Menkumham Yasonna Laoly.

Namun Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin berpendapat sebaliknya, tidak ada kekosongan kepengurusan Golkar. Justru kata dia, Golkar kubu Aburizal Bakrie atau Ical telah menang telak dalam perseteruan kepengurusan Golkar.

“Putusan pengadilan kan memang (memutuskan) begitu. Jadi tidak ada kepengurusan (Golkar) yang kosong,” kata Irman di Jakarta, Minggu (3/1/2016).

Irman menjelaskan, ada dua alasan yang mendasari legalitas kubu Munas Bali. Pertama, surat pencabutan SK Menkumham tentang kepengurusan Munas Ancol dan kedua, adanya putusan PN Jakut yang telah menyatakan bahwa Munas Ancol tidak sah.

Dengan kedua keputusan itu sambung Irman, maka bisa disimpulkan bahwa Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal sebagai ketua umum dan Idrus Marham sebagai sekjen yang paling memenuhi syarat sebagai kepengurusan DPP Golkar yang sah.