Kemenkumham Cabut SK Kepengurusan PPP Kubu Romahurmuzy

maiwanews – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencabut surat keputusan (SK) yang mengesaahkan pengurusan Partai Persatuan pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy atau Romi hasil Muktamar Surabaya.

Pencabutan SK pengesahan kepengurusan PPP kubu Romi merupakan tindak lanjut keputusan Mahkamah Agung (MA) yang telah mengabulkan permohonan kasasi PPP kepengurusan Djan Faridz.

Dalam sidang yang diketuai Agung Imam Soebchi dengan anggota Hakim Agung Irfan Machmudin dan Hakim Agung Supandi, MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta (PTTUN) dan menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Romi dalam siaran persnya mengatakan, dengan keluarnya pembatalan SK kepengurusan PPP hasil MUkatamar Surabaya itu, maka kepengurusan DPP PPP kembali kepada hasil Muktamar VII PPP tanggal 3-6 Juli 2011 di Bandung.

“Karena kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VIII PPP di Surabaya tahun 2014 telah dibatalkan, kepengurusan DPP PPP kembali kepada hasil Muktamar VII PPP tanggal 3-6 Juli 2011 di Bandung,” ucap Romi, Jumat (7/1/2016).

Dijelaskan Romi, kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VII Bandung diketuai oleh Suryadharma Ali, wakil ketua umum Lukman Hakim Saifuddin dan sekjen Romahurmuziy.

Benarka begitu? Mengingat MA dalam putusannya juga menyebutkan, pengurus PPP yang sah adalah hasil Mukhtamar Jakarta dengan ketua umum Djan Faridz dan Sekretaris Jenderal (sekjen) Dimyati Natakusuma.