Demo Honorer K2, Fahira Idris Orasi di Depan Istana

maiwanews – Fahira Idris turut ambil bagian dalam aksi demonstrasi tenaga honorer K2 di depan istana Rabu 10 Februari. Dalam orasinya Wakil Ketua Komite III DPD tersebut mendesak Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk menuntaskan persoalan status tenaga honorer K2. DPD dikatakan akan terus berjuang bersama tenaga honorer K2 hingga tuntutan para tenaga honorer K2 dipenuhi pemerintah.

Saat ini lebih dari 400 ribu tenaga honorer bekerja dengan penghasilan seadanya, mereka meminta agar diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Pengangkatan bisa dilakukan secara bertahap berdasarkan masa pengabdian dan usia. Tahapan pengangkatan dilakukan mulai tahun 2016 hingga selambatlambatnya tahun 2018 atau sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.

Tuntutan supaya persoalan pengangkatan honrer menjadi PNS diselesaikan sebelum pemilu agar tidak lagi menjadi dagangan politik. Terkait persoalan kepastian hukum pengangkatan honorer K2, Fahira mengakui memang belum ada, namun menurutnya presiden punya diskresi dan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan membolehkan presiden memberi kepastian hukum.

Perjuangan tenaga honorer dinilai penuh dengan ujian dan tantangan, pada 15 September tahun lalu DPR dan KemenPAN RB telah sepakat mengangkat 439.956 orang tenaga honorer menjadi PNS melalui verifikasi dan validasi tanpa dilakukan tes ulang. Namun kesepakatan itu kemudian dianulir secara sepihak oleh Pemerintah dengan alasan tidak tersedia anggaran.

Atas alasan pemerintah itu, Fahira mengatakan di RAPBN 2016 terdapat anggaran untuk pengangkatan guru honorer, dan telah disetujui DPR, namun saat menjadi APBN, anggaran tersebut tidak tercantum lagi. (m011)