SBY Merasa Masih Sering Dikambinghitamkan Penguasa Saat Ini

maiwanews – Presiden ke-6 Republik Indnesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa sering dikambinghitamkan oleh Pemerintah yang berkuasa saat ini.

“Hingga saat ini, “SBY & Pemerintahan SBY” masih sering dikambinghitamkan & disalahkan oleh pihak yg tengah berkuasa,” tulis SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono yang dikutip Kamis (18/2/2016).

Menurut SBY, berbagai masalah yg sekarang muncul saat ini dikatakan merupakan warisan dan kesalahan pemerintahan SBY. Kata SBY, yang melontarkan pernyataan itu juga datang dari mereka yang pernah bersama dirinya di pemerintahan.

Untuk itu SBY berharap kepada mereka yang dulu pernah bertugas bersama agar bersabat. Jika dulu 10 tahun kita bisa bersabar sambung SBY, insya Allah sekarangpun bisa.

Bagi yang ingin terus salahkan pemerintahan yang lalu lanjut SBY, dipersilahkan mengalamatkan kesalahan itu kepada dirinya. Sebagai pemimpin sambung SBY, saya bertanggungjawab.

“Bagi teman-teman yg dilukai hatinya & para konstituen saya, tetaplah sabar.Mari beri kesempatan pemerintah utk bikin negara kita hebat,” kicau SBY.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebut Pemerintahan lalu lambat mendorong perkembangan industri pertambangan dan baru dimulai saat pemerintahan terakhir.

Selama belasan tahun kata Darmin, Indonesia terlalu mengandalkan ekspor komoditas yang harga dan permintaannya sangat bergantung pada ekonomi China dan lupa kembangkan sektor industri yang sebenarnya merupakan tulang punggung.

Di masa pemerintahan SBY, Darmin Nasution menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yakni sejak 1 September 2010 hingga 23 Mei 2013 dan sebelumnya sebagai pelaksana tugas Gubernur BI tanggal 27 Juli 2009 hingga 1 September 2010.