maiwanews – Empat lembaga survei yakni Poltracking, LSI Denny JA, Polmark, dan PT Grup Riset Potensial merilis hasil survei terbaru elektabilitas tiga pasangan calon (paslon) gubernur dan calon wakil gubernur DKI pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Kecuali Polmark, hasil survei terbaru tiga lembaga survei menempatkan paslon nomor urut satu yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylvi) di posisi tertinggi dibanding dua paslon lainnya.
Jika mengacu pada hasil keempat lembaga survei tersebut, maka Piklada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran karena tidak ada satupun paslon yang menang mutlak di putaran pertama dengan memperoleh kemenangan minimal 50 persen plus satu.
Berikut hasil survei keempat lembaga survei yang diklaim menggunakan biaya sendiri tersebut :
Poltracking
Dirilis pada Kamis (19/1/2017), Poltracking menyebut elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 30,25 persen, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) 28,88 persen, dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) 28,63 persen dengan 12,24 persen pemilih belum menentukan pilihan.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha mengatakan, survei dilaksanakan pada 9-13 Januari 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling, jumlah responden 800 orang dengan margin of error sebesar 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
LSI Denny JA
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang dirilis Selasa (17/1/2017) menyebutkan, elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 36,7 persen, Ahok-Djarot 32,6 persen, dan Anies-Sandi 21,4 persen dengan 9,3 persen responden belum nenentukan pilihan,
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, survei dilakukan pada 5-11 Januari 2017 terhadap 880 responden itu,
dilakukan dengan cara tatap muka menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan FGD dengan menggunakan metode penelitian multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,4 persen.
Polmark
Hasil survei Polmark menyebutkan, paslon Anies-Sandi memperoleh dukungan 25,3 persen, disusul pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylvi) di posisi kedua dengan 23,9 persen suara, lalu Ahok-Djarot hanya 20,4 persen suara.
CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mengatakan, dalam survei itu, jumlah responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 23 persen, dan yang tidak menjawab 7,4 persen.
Survei digelar pada 6 hingga 12 Januari 2017 dengan melibatkan 1.200 responden adalah warga DKI yang sudah punya hak pilih, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar plus minus 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
PT Grup Riset Potensial
Sedangkan survei PT Grup Riset Potensial (GRP) yang dilaksanakan pada 2-7 Januari dan dirilis pada Senin (16/1/2017) menyebutkan, Agus-Sylvi memiliki elektabilitas 45,0 persen, Ahok-Djarot 23,3 persen, dan Anies-Sandi 23,5 persen, dengan 8,2 persen belum menentukan pilihan.
Survei PT GRP dilakukan di 27 kelurahan di Jakarta terhadap 2.745 responden, menggunakan metode stratified systematic sampling dan model statistika regresi multinominal logit, dengan margin of error di bawah 2 persen.
.









