Survei Terbaru LSI: 100 Persen Pemilih Etnis Tionghoa tak Pilih Agus atau Anies

maiwanews – Hasil survei erbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, 100 persen pemilih dari etnis Tionghoa tidak memilih calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono maupun nomor urut tiga Anies Baswedan.

Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, pilihan gubernur berdasarkan sentimen etnis sangat tinggi di kalangan Tionghoa. Sebanyak 87,9 persen etnis Tionghoa kata Ardian, sudah memutuskan memilih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sementara 12,1 persen pemilih dari etnis Tionghoa sisanya jelas Ardian, belum menentukan pilihannya atau tidak memilih salah satu baik Agus maupun Anies.

“Ahok jauh memimpin dengan 87,9 persen, sementara 12,1 persen suara (etnis Tionghoa lainnya) belum menentukan pilihannya antara Agus ataupun Anies,” kata Ardian dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa 24 Januari 2017.

Hal yang sangat bertolah belakang dengan suku lainnya dalam survei itu. Menurut Ardian, sebanyak 40,5 persen suku Betawi lebih memilih Agus, 28,4 persen memilih Ahok, dan sisanya sebanyak 22,7 persen memutuskan memilih Anies Baswedan.

Suku Jawa yang ada di ibukota, 34,8 persen memilih Agus, disusul Ahok sebanyak, 34,2 persen, dan Anies berada di urutan terbawah yang hanya dipilih 21,1 persen suku Jawa.

Sementara suku Sunda, Agus dan Anies berada di atas Ahok. Menurut Ardian, Agus berada di urutan teratas dengan 38,1 persen, disusul Anies dengan 25,4 persen, lalu Ahok dengan hanya 24,6 persen.

Adapun pemilih dari Indonesia timur (Ambon, Papua, Makassar) sambung Ardian, sebanyak 50 persen telah memutuskan memilih Ahok, Agus dipilih 29,2 persen, dan 12,5 persen sisanya memilih Anies.

Dikatakan Ardian, secara keseluruhan, 64,5 persen pemilih di DKI Jakarta menilai tidak penting memilih gubernur dengan etnis yang sama, sementara 33,1 persen lainnya menyatakan bahwa penting memilih gubernur dengan etnis yang sama.

Survei LSI ini kata dia, dilakukan pada 5-11 Januari 2017 di lima wilayah DKI Jakarta kecuali Kepulauan Seribu, dengan 880 responden, gunakan metode random sampling serta wawancara tatap muka kuesioner, dengan margin of error berkisar 3,4 persen.