Ada Upaya Lemahkan KPK dengan Ketua “Titipan Koruptor”

Denny Indrayanamaiwanews – Sekretaris Antimafia Hukum Denny Indrayana menengarai ada upaya melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan cara menjadi ketua KPK.  Menitipkan calon ketua KPK  dalam seleksi calon pimpinan KPK yang sekarang sedang dibuka merupakan cara para koruptor menguasai KPK.

“Saya mendengar ada upaya menggolkan kandidat tertentu, menggadang dan menitipkan pimpinan KPK ini adalah upaya melemahkan KPK. Ada upaya sistematis melemahkan KPK karena memang sangat kuat saat ini,” kata Denny dalam acara bertajuk Polemik Mencari Pimpinan KPK di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Mei 2010.

Upaya tersebut menurut Denny, dilakukan oleh kekuatan politik yang cukup besar. Memasukkan “duta” di KPK dianggap Denny dapat menjinakkan KPK. “Yang menggadang ini kekuatan politik besar yang khawatir kalau KPK besar dan menghalangi upaya korupsi ini bisa sangat berbahaya,” ujar Staf Khusus Presiden bidang hukum ini.

Menanggapi adanya gejala titipan koruptor untuk menjadi ketua KPK itu, salah seorang anggota Panitia Seleksi Rhenald Kasali di kesempatan yang sama menyatakan bahwa Pansel akan mengamati track record dari semua calon pimpinan KPK. Kalau pengacara, Rhenald akan mengecek kasus apa saja yang sudah ditangani calon pimpinan KPK itu.

Siapa calon ketua KPK titipan koruptor itu, agak sulit mengidentifikasikan, namun beberapa ciri dapat jadi acuan. “Titipan koruptor ini definisinya sulit, bisa jadi karena dia sering membela koruptor,” jelas Rhenald.

Jika calon pimpinan KPK melindungi pihak yang benar dalam kasus korupsi, Rhenald menyampaikan, Pansel tidak masalah. Namun jika yang bersangkutan membela pihak koruptor untuk mendapatkan keuntungan, Rhenald tidak akan meloloskannya.

“Kami akan pelajari kharakternya, apakah dia membela kasus korupsi dalam posisi benar atau dia membela koruptor. Kalau membela koruptor demi uang, tempatnya bukan di KPK,” tegas Rhenald yang juga pakar komunikasi pemasaran.

Seperti diberitakan, dua orang pengacara, Farhat Abbas dan OC Kaligis ada di antara yang telah mendaftarkan diri menjadi calon ketua KPK. Seperti diketahui, keduanya adalah pihak yang ngotot menginginkan Bibiet dan Chandra diseret ke pengadilan. OC Kaligis adalah pengacara Anggodo, sementara Farhat adalah pengacara Hakim yang memvonis bebas Gayus Tambunan.

OC Kaligis menerbitkan buku yang memuat tentang keterlibatan pimpinan KPK dalam kasus korupsi, sementara Farhat berjanji dalam sebuah acara di sebuah stasiun TV mengatakan bahwa jika ia menjadi ketua KPK, maka pekerjaan pertamanya adalah memecat Bibiet dan Chandra.