
maiwanews – Presiden Iran Hassan Rouhani 7 Maret mengatakan kesepakatan nuklir tahun 2015 akan bergulir lagi hanya jika Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap Iran dan semua pihak dalam perjanjian multilateral menghormati komitmen mereka.
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Irlandia Simon Coveney di Teheran Minggu 7 Maret, Presiden Rouhani menegaskan bahwa pengaktifan kembali Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) sebagai perjanjian multilateral tergantung pada penghentian sanksi Amerika Serikat (AS) dan pemenuhan komitmen oleh semua pihak.
Iran dikatakan akan kembali menghormati JCPOA segera setelah AS mencabut sanksi ilegal dan meninggalkan kebijakan ancaman dan tekanan.
Presiden Rouhani juga menyesalkan kelambanan dan kegagalan Eropa untuk menghormati kesepakatan nuklir. Ia juga mengklaim Iran telah berkomitmen untuk JCPOA dan menyelamatkannya.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dikatakan seharusnya bertindak tepat terhadap pemerintahan AS sebelumnya karena melanggar Resolusi 2231 terkait JCPOA.
Menlu Coveney dalam pertemuan itu menyampaikan Irlandia sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk dua tahun ke depan, dapat memfasilitasi implementasi JCPOA dan Resolusi DK PBB 2231. (VOA)
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki
Indonesia-Jepang Tandatangani dan Bertukar Nota Pinjaman 90 Miliar Yen
Zelenskyy Lakukan Pembicaraan Melalui telepon dengan Karin Keller-Sutter
Angkatan Laut Indonesia dan Rusia Gelar Latihan Gabungan 'ORRUDA 2024'









