
maiwanews – Sekjen OKI (Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam) Yusuf Al-Utsaimin (Yousef Al-Othaimeen) menyerukan pemerintah berkuasa di Afganistan untuk menghormati hukum kemanusiaan dan melindungi hak hidup dan keamanan masyarakatnya. Ia mengklaim bahwa masyarakat internasional dan OKI mengharapkan pemerintah berkuasa untuk membangun dialog inklusif dengan semua segmen masyarakat.
Seruan disampaikan Minggu 22 Agustus pada pertemuan luar biasa Komite Eksekutif Perwakilan Tetap OKI (OIC/Organization of Islamic Cooperation) untuk membahas situasi di Afganistan. Sekretariat Jenderal OKI, organisasi bebasis di Jeddah, menjadi tuan rumah pertemuan itu.
Yusuf Al-Utsaimin juga menyerukan pemerintah berkuasa di Afganistan untuk membawa rekonsiliasi nasional ke negara itu, memastikan kepatuhan terhadap perjanjian dan perjanjian internasional, dan berkomitmen pada norma-norma internasional sebagaimana siatur pada Piagam PBB dan resolusi PBB.
Masyarakat internasional dan pihak berkuasa di Afganistan dikatakan harus memastikan negara itu tidak pernah digunakan sebagai platform atau surga bagi terorisme dan ekstremisme. OKI mengharapkan perlindungan dan penghormatan terhadap hak untuk hidup, keamanan dan martabat bagi rakyat Afghanistan, sesuai dengan instrumen hak asasi manusia internasional dan dengan menghormati hukum humaniter internasional.
Mengenai situasi kemanusiaan, Sekjen OKI mendesak Negara-negara Anggota, lembaga keuangan Islam, dan mitra untuk bertindak cepat memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terdampak di negara itu. (z/OKI/OIC)
Hardiknas 2026, Kapolri Gaungkan Pendidikan Bermutu Wujudkan Indonesia Emas 2045
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Sekjen Partai Komunis Viet Nam Berkunjung ke Indonesia
Presiden Terima Delapan Pengusaha Besar, Bahas Perekonomian dan Investasi Nasional









