Marselinus: KKB Papua Serang Tenaga Kesehatan Secara Beringas

20210917-nakes-korban-kekerasan-kkb-papua-menjalani-perawatan
Nakes korban kekerasan KKB Papua jalani perawatan. Jumat 17 September 2021.

maiwanews – Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua hingga kini masih terus melakukan berbagai aksi brutal berupa penyerangan dan pembunuhan aparat maupun warga sipil tanpa bisa dihentikan sepenuhnya oleh TNI maupun Polri.

Sudah tak terhitung korban jiwa dari pihak aparat dan juga warga yang ditimbulkan oleh brutalnya kelompok teroris KKB itu dalam berbagai serangan bersenjata. Dalam serangan-serangan itu, mereka juga tak segan-segan melakukan pembakaran rumah atau harta benda lainnya.

Terakhir, KKB Papua kembali beraksi dengan menyerang Puskesmas dan sejumlah tenaga medis. Seorang suster bernama Gabriella Meilan (22 tahun) menjadi korban tewas akibat kekjaman KKB, sementara lainnya tidak luput dari aksi kekerasan disertai penyiksaan.

Mantri di Puskesmas Kiwirok, Marselinus Ola Atanila menceritakan, kejadian itu diawali dengan penyerangan sejumlah fasilitas umum oleh KKB Papua, termasuk pembakaran Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dalam kejadian itu cerita Marselius, dirinya bersama tiga orang perawat melarikan diri dan berusaha bersembunyi di rumah warga, namun karena situasi tidak aman, mereka kembali melarikan diri namun terpojok oleh anggota KKP sehingga memutuskan melompat ke jurang yang kedalamannya sekitar 500 meter namun tersangkut di pohon dan semak-semak.

KKB ternyata terus mengikuti mereka ke bawah dan menemukan ketiga suster yakni Kristina Sampe Tonapa, Gabriela Meilani dan Katriyanti Tandiladi bawah jurang, sedangkan Marselinus berhasil lolos dari pengejaran karena bersembunyi di antara tebing dan akar.

Di tempat persembunyiannya itu Marselius sempat menyaksikan sebagian kebrutalan teroris KKP Papua terhadap ketiga rekannya. Kata Marselius, mereka menelanjangi suster secara paksa dengan menggunakan barang tajam atau parang.

“Langsung dipotong saja pakaian mereka, mulai dibuka dari baju sampai celana dalam semuanya,” ungkap Marselius di Jayapura Sabtu, (18/9/2021).

Tidak sampai di situ lanjut Marselius, mereka juga melakukan tindak kekerasan secara brutal dan sangat sadis dengan menikam paha korban, muka ditonjok, dan menikan bagian tubuh lainnya dengan senjata tajam.

Atas perlakukan sangat sadis tersebut, kondisi ketiganya pun drop dan tidak berdaya, hingga akhirnya pingsan. Disangka sudah tidak bernyawa, ketiganya didorong lagi ke dalam jurang yang kedalamannya diperkirakan 300 hingga 400 meter.

Setelah berada di bagian bawah jurang, suster Anti (Katriyanti Tandiladi) langsung pingsan, sedangkan suster Kris (Kristina Sampe Tonapa) dan Suster Ela (Gabriela Meilani) kembali sadar dari pingsannya.

Akan tetapi dalam keadaan tidak berdaya itu, para KKB malah terus mengikuti ke bawah. Beruntung suster Anti dan suster Kris sementara bisa bertahan setelah berhasil menghindar dengan sembunyi di semak-semak.

Sementara Gabriela Meilani yang dalam keadaan sadar dari pingsan sebelumnya namun dalam kondisi tidak berdaya karena posisinya tersangkut di pohon, ditemukan lalu jadi sasaran kekejian para teroris KKB secara membabi buta hingga meninggal dunia.

“Suster Ela, walaupun dalam keadaan sadar tetapi sudah tidak berdaya, nyangkutnya di pohon sehingga mereka (KKB) ikut ke bawah lalu membunuhnya secara membabi buta dengan menikam di bagian perut dan juga kemungkinan mulutnya dibelah. Sehingga suster Almarhum dinyatakan meninggal pada saat itu,” kata Marselinus.

Menurut Marselius, dirinya  baru keluar dari persembunyiannya sore hari setelah merasa situasi sudah aman dan langsung mencari perlindungan ke koramil terdekat namun kosong karena para petugas sudah dipindahkan ke Pos Pamtas. Marselius akhirnya mengamankan diri ke rumah warga.

Suster Katriayanti Tandila baru keluar dari tempat persembunyian pada malam hari lalu mencari perlindungan ke Polsek Kiriwok, namun tempat itu juga kosong dari petugas. Sementara Suster Kristina Sampe Tonapa tetap bersembunyi di semak-semak hingga pukul 7 pagi dan baru keluar setelah ada pembersihan oleh Pos Pamtas 403.