Indonesia Tuan Rumah Seminar Peneraan Timbangan Tingkat Asia Pasifik

Jembatan timbang dipelabuhan Gresik (foto:wikipedia)
Jembatan timbang dipelabuhan Gresik (foto:wikipedia)

MaiwaNews (Bandung, 7 Juni 2010) – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar dan Training tingkat Asia Pasifik mengenai “Peneraan Timbangan Bukan Otomatis (Non Automatic Weighing Instrument/NAWI) khususnya jenis timbangan jembatan” yang diselenggarakan di Hotel Holiday Inn, Bandung, 7-10 Juni 2010.

Seminar dan training ini diselenggarakan dalam rangka menciptakan harmonisasi regulasi negara-negara Asia Pasifik di bidang peneraan NAWI jenis timbangan jembatan, agar NAWI jenis ini dapat dijamin kebenaran dan kepastian hukumnya serta memenuhi syarat sistem metrologi, standardisasi, pengujian dan kualitas/mutu, sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Organisasi Internasional Metrologi Legal (OIML).

NAWI timbangan jembatan digunakan pada transaksi perdagangan penjualan besar (whole sale), dimana penggunaan alat ukur ini berpotensi dapat menimbulkan konflik yang dapat mengakibatkan kerugian besar baik di pihak pembeli maupun penjual terkait dengan kuantitas produk yang diperdagangkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, seminar dan training ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mengharmonisasikan peraturan peneraan NAWI jenis timbangan jembatan ini.

Seminar dan Training yang diprakarsai oleh Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Asia Pacific Legal Metrology Forum (APLMF) ini dibuka oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Subagyo. Seminar mengikutksertakan sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari 19 orang dari ekonomi-ekonomi anggota APLMF (RRT, Australia, Thailand, Papua Nugini, Philipina, Vietnam, Mongolia, Singapura) dan 11 orang dari seluruh unit Metrologi Indonesia.

Selain mengikuti seminar dan training, semua peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan ke PT. Kahateks Bandung untuk melihat secara langsung peneraan timbangan jembatan yang baik dan benar di Indonesia. Kesempatan ini dapat digunakan para peserta sebagai studi banding dengan peneraan penggunaan timbangan yang dilakukan di negaranya masing-masing.

Penunjukan Indonesia oleh APLMF sebagai tuan rumah adalah yang ketiga kalinya, setelah tahun 1997 di Bandung dan tahun 2006 di Jakarta. APLMF adalah sebuah forum yang merupakan bagian tugas dari Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang membahas tentang kebijakan di bidang Metrologi Legal yang anggotanya terdiri dari Australia, Chili, RRT, Indonesia, Malaysia, Mexico, Papua Nugini, Philipina, Peru, Rusia, Thailand, Kamboja, Korea, Singapura, Vietnam dan Mongolia. Sekretariatnya bertempat di Beijing, RRT. Penyelenggaraan Seminar dan Training merupakan agenda kegiatan rutin APLMF yang bertujuan untuk mengharmonisasikan peneraan alat-alat ukur yang temanya dipilih berdasarkan hasil survey dan prioritas dari masing-masing anggota.

Sejalan dengan program APLMF dalam harmonisasi peneraan alat-alat ukur, Pemerintah c.q. Kementerian Perdagangan secara nyata telah menetapkan berbagai kebijakan dalam upaya mewujudkan tertib ukur dan tertib niaga, yaitu dengan menerbitkan peraturan-peraturan pelaksanaan Undang-undang Metrologi Legal (UUML). Peraturan tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen serta mewujudkan perdagangan yang jujur, adil dan transparan sehingga masyarakat dapat bertindak lebih kritis dalam menerima dan menganalisis hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan yang menggunakan alat-alat ukur seperti timbangan.