
maiwanews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri KTT COP26 di Glasgow Skotlandia serta beberapa pertemuan bilateral dengan beberapa negara sahabat.
Presiden akan bertemu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Selain itu presiden dijadwalkan bertemu dengan CEO Rockefeller, Jeff Bezos, dan Bill Gates.
KTT adalah singkatan dari Konferensi Tingkat Tinggi, dihadiri oleh kepala negara atau kepala pemerintahan.
COP adalah singkatan dari Conference of the Parties atau Konferensi Para Pihak. Dinamakan COP26 karena merupakan penyelenggaraan ke-26.
Menlu (Menteri Luar Negeri) Retno Marsudi di Glasgow Minggu 31 Oktober waktu setempat menyampaikan jadwal Presiden Jokowi sangat padat. Senin 1 November akan melakukan pertemuan bisnis dengan perusahaan Inggris. Perusahaan tersebut berencana berinvestasi di Indonesia.
Setelah itu PResiden Jokowi akan menghadiri pembukaan KTT COP26 di SEC (Scottish Event Campus). Pada kesempatan itu Presiden Jokowi akan menyampaikan national statement.
TENTANG COP26
COP26 adalah konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2021. Selama hampir tiga dekade PBB telah menyatukan negara-negara untuk berdiskusi dalam KTT iklim global.
Menjelang COP26, Inggris sebagai presiden bekerja dengan setiap negara untuk mencapai kesepakatan tentang cara mengatasi perubahan iklim. Para pemimpin dunia akan berkumpul di Skotlandia, bersama para negosiator, perwakilan pemerintah, bisnis, dan warga negara selama dua belas hari pembicaraan.
Menjelang KTT tahun ini di Glasgow adalah momen (tertunda satu tahun karena pandemi) ketika negara-negara memperbarui rencana mereka untuk mengurangi emisi.
COP21 SEBAGAI TONGGAK PENTING
Pada COP21 di Paris pada tahun 2015, negara-negara sepakat untuk bekerja sama untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2 derajat dan menargetkan 1,5 derajat.
Perjanjian Paris lahir. Komitmen untuk mencapai 1,5 derajat penting karena setiap fraksi derajat pemanasan akan mengakibatkan hilangnya lebih banyak nyawa dan rusaknya mata pencaharian.
Di bawah Perjanjian Paris, masing-masing pihak berkomitmen memajukan rencana nasional, menetapkan berapa banyak mereka akan mengurangi emisi mereka. Ini dikenal sebagai NDCs (Nationally Determined Contributions).
Mereka sepakat bahwa setiap lima tahun mereka akan kembali dengan rencana terbaru yang akan mencerminkan ambisi tertinggi mereka saat itu. (z/BPMI Setpres/UKCOP26)
Prabowo Hadiri KTT ke-46 ASEAN, Tegaskan Komitmen akan Sentralitas Kawasan
Rocky Gerung akan Hadiri Jambore Karhutla 2025
Bertolak ke Mesir, Prabowo Dijadwalkan Hadiri KTT D-8
Putin Hadiri Pameran dan Konferensi Internasional Perjalanan AI
Korea akan Jadi Tuan Rumah KTT Standar AI Internasional 2025









