
maiwanews – Sekelompok massa menamakan dirinya BMKI (Barisan Muda Kesehatan Indonesia) Jumat 12 November menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Unjuk rasa ini bertepatan dengan peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional).
Sore hari sekitar pukul 15:32 WITA, sekitar 15 orang anggota BMKI menggelar aksi menyikapi permasalahan hak-hak tenaga kesehatan (nakes). Massa dipimpin Irham Tompo sebagai koordinator secara bergantian melakukan orasi. Sebuah mobil pick up dijadikan sebagai panggung orasi. Mobil ini dilengkapi dengan sistem pengeras suara.
Dalam aksi itu massa menyampaikan 12 tuntutan, masing-masing adalah:
- PP 72 Provinsi Sulawesi Selatan.
- Bayarkan insentif COVID 19 tenaga kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
- Tuntaskan dugaan korupsi Covid 19 di Rumah Sakit Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan.
- Meminta plt Gubernur Sulsel untuk mensejahterakan karyawan kesehatan non ASN dengan memberikan gaji UMP.
- Meminta kejaksaan tinggi Sulsel memberikan hukuman setimpal terkait kasus dana BOK kabupaten Bulukumba dengan kerugian negara 13,4 miliar.
- Meminta kepada pemerintah untuk menurunkan iuran BPJS kesehatan
- Meminta plt Gubernur Sulsel dan DPRD Provinsi Sulsel mengangkat seluruh karyawan di rumah sakit lingkup Provinsi Sulsel jika telah bekerja di atas 5 tahun sebagai PPPK.
- Meminta plt Gubernur Sulsel dan DPRD Provinsi Sulsel merekomendasikan ke pemerintah pusat dan pihak terkait untuk menurunkan biaya PCR seminimal mungkin.
- Meminta plt Gubernur Sulsel dan DPRD Provinsi Sulsel merekomendasikan ke pemerintah pusat dan pihak terkait untuk tidak mensyaratkan SWAB PCR untuk perjalanan darat dan laut karena berpotensi merugikan masyarakat.
- Mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan jabatan terkait dana COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).
- Meminta para direktur rumah sakit Provinsi Sulsel membayarkan jasa BPJS COVID-19.
- Kembalikan kaper Angin Mammiri.
Aksi demonstrasi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Jalan Urip Sumoharjo ke Perintis mengingat massa menutup sebagian ruas jalan dan membakar ban. Massa baru membubarkan diri pada pukul 16:20 WITA. (andik)
Wali Kota Makassar Hadiri Acara Puncak Dies Natalis FH Unhas
Hardiknas di Makassar, Appi Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Pemkot Makassar Dukung Kejurnas Shorinji Kempo 'Rektor Unhas Cup XVI'
TP PKK Kota Makassar gelar Raker Tekankan Transparansi Berbasis Digital
Pemkot Makassar Siap Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di TPA Antang









