
maiwanews – 3900 warga di Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan mengungsi setelah terjadi gempa berkekuatan magnitudo (M)7,4 di Laut Flores Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur). Laporan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kepulauan Selayar Rabu 15 Desember menyebutkan ada 17 titik pengungsian.
2200 warga mengungsi di 6 lokasi pengungsian di Mintu’u, 250 jiwa di satu lokasi di Puncak Majapahit, 50 jiwa mengungsi di satu lokasi di Langundi, 900 jiwa di 6 lokasi di Lambego, dan 500 jiwa di tiga titik di Lawaru. Sementara di 30 titik pengungsian di Pasimaranu jumlah pengungsi masih dalam pendataan.
Terkait jumlah korban luka, BPBD setempat melaporkan 11 orang cidera akibat reruntuhan, 10 orang diantaranya luka ringan, dan seorang lainnya luka berat. Semuanya mendapat perawatan intensif.
BPBD Kabupaten Sikka melaporkan, 226 warga mengungsi pasca gempa, mereka mengungsi ke rumah jabatan Bupati Kabupaten Sikka. Pengungsi di Kantor DPRD Kabupaten Sikka dan Gedung COSIQ telah kembali ke tempat tinggal masing-masing. (BNPB/z)









