maiwanews – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman membantah anggapan yang berkembang di sebagian masyarakat saat ini bahwa dirinya menjauhi memusuhi memusuhi Islam.
Pernyataan tersebut diungkapkan Jenderal Dudung ketika dirinya beserta jajaran mengunjungi Ponpes Anwarut Taufiq di Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (3/2/2022).
“Allah Maha Besar yang mentakdirkan kami ke sini, kita juga bersilaturahim. Saya sudah lama ingin bersliturahim ke sini, jadi kalau ada orang mengatakan Pak Dudung itu memusuhi atau menjauhi Islam itu bertolak belakang (dengan kenyataan),” kata Dudung.
Dudung menegaskan bahwa dirinya adalah seorang santri di Ponpes Buntet Cirebon. “Apa yang kita lakukan, baik hati, pikiran, ucapan, dan tindakan harus seperti Rasulullah,” kata Dudung.
Menurut Dudung, sifat Nabi Muhammad SAW yang harus kita tiru adalah selalu berbuat baik dan tak pernah membelas ketika disakiti oleh orang lain. Rasulullah kata dia, jujur, tidak pernah berbohong, tidak membenci orang. Saat syiar agama dilempari, dibenci, tapi Rasulullah sabar, tidak pernah membalas, tidak pernah mencaci maki.
Jenderal Dudung beserta jajaran disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Anwarut Taufiq Habib Achmad Jamal Bin Thoha Baagil. Habib Achmad Jamal menjelaskan, jika ajaran di ponpesnya adalah mengajak santri untuk membersihkan hati dan berkata baik, yang selanjutnya menebarkan persatuan.
Seperti diketahui, ketika menjabat sebagai Pangdam Jaya, nama Dudung mencuat ke publik akibat aksinya yang mengajak anggotanya menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab. Tidak sampai di situ, beberapa pernyataan kontroversial Jenderal Dududung mengemuka terkait Islam.
Salah satu yang paling kontroversi adalah ketika Dudung menjabat sebagai Pangkostrad, patung sejumlah jenderal terkait sejarah peristiwa G30S PKI hilang dari tempatnya.
.









