
maiwanews – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak tawaran evakuasi oleh Amerika Serikat. Ia memilih untuk tetap bertahan di Kota Kiev meski Rusia melancarkan serangan ke negaranya, setelah sebelumnya mengakui Donetsk dan Lugansk sebagai negara merdeka.
Pejabat intelijen Amerika Serikat megnaku mendengar percakapan di mana Presiden Zelensky menyampaikan, ia membutuhkan amunisi, bukannya tumpangan. Demikian dilaporkan VOA Sabtu (26/02/2022).
Militer Rusia dilaporkan makin dekat ke Kiev, Ibu Kota Ukraina pada hari Sabtu. Serangan udara dilancarkan ke beberapa kota dan pangkalan militer. Dilanjutkan dengan pengepungan oleh pasukan darat.
Militer Ukraina dalam sebuah laporan menyatakan hari Sabtu pasukannya berhasil menggagalkan sebuah serangan pasukan Rusia menarget pangkalan militer di Kota Kiev.
Hari ini pasukan kedua negara dilaporkan bentrok di kota Kiev. Ukraina mengklaim berhasil memukul mundur serangan Rusia. Bentrok terjadi beberapa jam setelah Presiden Zelensky menyampaikan peringatan rencana serangan pasukan Rusia terhadap Kyiv sebelum fajar.
Invasi Rusia terhadap Ukraina dimulai sejak hari Kamis (24/02/2022). Serangan itu menewaskan puluhan orang dan puluhan ribu warga memilih meninggalkan Ukraina.
Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan orang-orang penting negeri berjuluk Beruang Putih. Namun Presiden Zelensky menilai langkah itu masih kurang efektif untuk menghentikan invasi Rusia. (z)
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Zelenskyy Sebut akan Ada Diplomasi Perdamaian Ukraina-Rusia
Walikota Makassar terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia oleh Purna Paskibraka Indonesia
Zelenskyy Lakukan Pembicaraan Melalui telepon dengan Karin Keller-Sutter
Lavrov: Rusia Ingin Hubungan Normal dengan Amerika Serikat









