
maiwanews – Khusus di lapas dan rutan, Kanwil Kemenkumham Jatim berkomitmen penuh dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Salah satu bentuk Komitmen Kanwil Kemenkumham-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim akan menggelar perjanjian kerjasama.
Hal tersebut ditegaskan kepada dua pucuk pimpinan instansi pelat merah. Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto yang didampingi Kadiv Pemasyarakatan Teguh Wibowo dan kalapas/ karutan Korwil Surabaya bertandang ke markas BNNP Jatim yang dipimpin Brigjen Pol M Aris Purnomo. Dalam pertemuan yang berlangsung gayeng dihadiri juga para kabid dan para kepala BNNK se-Surabaya Raya.
Pria asal Semarang ini dalam kunjungannya menyampaikan, komitmen pihaknya untuk melakukan pemberantasan narkotika secara menyeluruh sampai ke akar-akarnya dan menegaskan bahwa pihaknya selalu membuka pintu untuk aparat penegak hukum.
“Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan dalam tindaklanjut hasil pengembangan perkara,” ujar Wisnu, Selasa (05/04/2022).
Harapan Wisnu ada dukungan BNNP dalam hal program rehabilitasi untuk warga binaan yang tersandung kasus narkotika, baik secara medis maupun sosial. Proses rehabilitasi di lapas/ rutan jajarannya masih kurang optimal untuk selama ini, dikarenakan keterbatasan SDM dan anggaran. Ia menambahkan, tahun lalu baru bisa melakukan rehabilitasi kepada 1.060 orang, dari sekitar 28.000 warga binaan.
Karena menurut Wisnu, penghuni lapas/rutan di Jatim hampir 70 persen para pecandu/ penyalahguna narkotika. Dengan adanya kolaborasi kinerja ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak lagi warga binaan. Dan bisa menciptakan program Lapas/ Rutan Bersinar (Bersih dari Narkotika). “Kami harap nanti ada MoU agar tercipta pemahaman yang sama,” harap Wisnu.
Respon positif diberikan oleh Aris dan jajarannya untuk program ini, karena menurutnya, untuk BNNP Jatim siap memberikan support maksimal.
Jenderal polisi bintang satu ini mengatakan, hubungan BNNP dan Kemenkumham Jatim selama ini sudah baik. Utamanya dalam penyelidikan dan penyidikan dalam pengembangan perkara. “Namun juga perlu kita perluas untuk kegiatan pencegahan, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi,” terangnya
Para kepala satker dalam kegiatan ini saling bertukar ide dan data agar kegiatan P4GN lebih efektif lagi, dari sisi preemtif, preventif hingga pemberantasan. (i)
Wamenkum RI Sapa Peserta Seleksi CPNS Kanwil Kemenkumham Jatim 2024
Biden dan Sekutu akan Serukan Kembali Gencatan Senjata di Gaza
Dorong Kesadaran KI Untuk Pelajar, Kemenkumham Jatim Gelar DJKI Mengajar
Kanwil Kemenkumham Jatim Bekerja Sama Dengan Ditjenpas Gelar Bimtek SPPT-TI
Menkumham beri ArahanTiga Kunci Keberhasilan ke Jajaran Kemenkumham Jatim









