
maiwanews – Moskow melantik Jenderal Alexander Dvornikov sebagai panglima baru untuk melanjutkan Operasi Militer Khusus di Ukraina, utamanya di bagian Timur negara itu. Pejabat Amerika Serikat menilai kebijakan tersebut akibat kegagalan militer Rusia mengambil alih Ukraina dalam waktu cepat.
Pejabat Amerika Serikat menyebut panglima berusia 60 tahun itu memiliki rekam jejak terkait kebrutalan terhadap warga sipil baik di Suriah maupun zona perang lainnya.
Jenderal Alexander Dvornikov disebut salah satu perwira berpengalaman, pernah ditugaskan di Suriah pada tahun 2015. Di negara itu, Jenderal Alexander Dvornikov membantu Presiden Suriah Bashar Al Assad dan memimpin pasukan Rusia di sana selama satu tahun. VOA melaporkan hari Senin (11/04/2022).
Selama Jenderal Alexander Dvornikov bertugas di Suriah, pasukan Rusia dituding membom pemukiman warga sipil dan rumah sakit dalam uoaya menghentikan kelompok pemberontak.
Berkat perannya di Suriah, Jenderal Alexander Dvornikov dinobatkan sebagai pahlawan Fedeerasi Rusia. Saat ini menjabat sebagai komandan Distrik Militer Selatan (Southern Military District) Rusia.
Penasehat Keamanan Nasional Amerika Jake Sullivan, hari Minggu (10/04/2022) mengatakan, keterlibatan Jenderal Alexander Dvornikov kondisi Ukraina diperkirakan akan kurang lebih sama dengan Suriah. (hiu)









