Pilpres Filipina, Marcos Jr Unggul pada Penghitungan Suara Tak Resmi

20220510-keluarga-marcos-di-malacanang-utara-11sep2012
Keluarga Marcos berfoto di Danau Paoay Malacanang Utara, 11 September 2012. Dari kiri ke kanan: Ilocos Norte Imee Marcos, Ferdinand “Bongbong” Marcos, Jr.,Imelda Romualdez Marcos, dan Irene Marcos Araneta.

maiwanews – Ferdinand Marcos Jr atau akrab juga dengan nama panggilan Bongbong, meraih suara terbanyak pada penghitungan suara tak resmi dalam pemilihan presiden Filipina. Putra mendiang pemimpin Filipina Ferdinand Marcos tersebut mengalahkan pesaing terberatnya Leni Robredo.

Kans Marcos Jr untuk memimpin Filipina semakin kuat setelah komisi pemilihan negara itu, COMELEC (Commission on Elections), mengukuhkan keputusan sebelumnya tentang penolakan terhadap petisi untuk mendiskualifikasi Bongbong dari pilpres (pemilihan presiden).

Keputusan COMELEC ini memicu ratusan warga Filipinan menggelar aksi protes hari Selasa (10/05/2022) di Manila. COMELEC mengukuhkan penolakannya terhadap tuntutan berbagai kelompok agar mendiskualifikasi Marcos Jr. Kelompok-kelompok itu termasuk para korban darurat militer. Merea berupaya menghalangi Bongbong dari kontestasi pilpres Filipina atas tudingan melakukan penggelapan pajak pada tahun 1995.

Kemenangan Marcos Jr dalam pilpres Filipina semakin dekat setelah penghitungan telah mencapai sekitar sekitar 98 persen surat suara. Bongbong telah mengantongi hampir 31 juta suara, dua kali lipat dari hasil suara Robredo.

Hasil resmi pemilihan presiden Filipina diperkirakan akan diumumkan sekitar akhir bulan. Pemenang pemilu akan menduduki jabatan presiden pada 30 Juni mendatang untuk masa jabatan tunggal enam tahun.

Marcos Jr dalam pernyataan video harai Senin malam belum mengklaim kemenangan, tetapi menyampaikan terima kasih pada para pendukungnya dan menyerukan agar waspada hingga seluruh suara selesai dihitung. (VOA/z)