
maiwanews – Iran membuka pabrik pesawat nirawak versi militer, Ababil-2, di Tajikistan. Produksi ini dianggap sebagai bagian dari rencana perluasan kerja sama militer dan pertahanan antara kedua negara berbahasa Persia.
Peresmian pabrik dilakukan hari Selasa (17/05/2022) oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Hossein Baqeri dalam kunjungan ke Tajikistan. Tasnimnews melaporkan, peresmian berlangsung di Ibu Kota Tajikistan, Dushanbe, dalam sebuah upacara.
Turut hadir pada peresmian drone milier Ababil-2 antara lain Jenderal top Iran dan Menteri Pertahanan Tajik Kolonel Jenderal Sherali Mirzo.
Menyoroti kemajuan Iran dalam teknologi drone dalam beberapa tahun terakhir, dalam acara tersebut, Mayor Jenderal Baqeri mengatakan, “Hari ini, kami telah mencapai posisi bahwa selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kami dapat mengekspor peralatan militer ke sekutu dan negara-negara sahabat dalam rangka memperkuat keamanan dan perdamaian berkelanjutan.”
Menggambarkan pembukaan pabrik UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di Dushanbe sebagai tonggak dalam kerjasama militer antara Iran dan Tajikistan, komandan tertinggi mengatakan kedua negara akan memperluas kerjasama militer dan pertahanan di masa depan.
Kementerian Pertahanan Iran sejauh ini telah mengembangkan beberapa versi pesawat tanpa pilot Ababil. Pada bulan April, militer Iran meluncurkan drone Ababil-5 dengan desain nosecone versi baru. Versi ini telah meningkatkan efisiensi aerodinamisnya dan mengurangi penampang radar.
Memimpin delegasi militer tingkat tinggi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran tiba di Tajikistan dan mengadakan pertemuan dengan pejabat senior Tajikistan. (hiu)
.









