
maiwanews – Mercedes-EQ Formula E Team bersiap menghadapi panas terik Kota Marrakesh dalam balapan mobil listrik potaran kesepuluh musim kedelapan. Circuit International Automobile Moulay El Hassan menuntut ketepatan manajemen energi dengan suhu lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
“Seperti tamasya terakhir kami di Jakarta, suhu akan menjadi tantangan bagi ban, baterai, dan manajemen energi, sehingga kami dapat mengharapkan ketatnya balapan”, ungkap Stoffel Vandoorne, salah seorang pembalap Tim Mercedes-EQ dikutip laman Mercedes Rabu (29/06/2022).
Vandoorne mengklaim tim siap untuk paruh kedua musim ini. Ada tujuh balapan tersisa, dan tim memiliki satu setengah bulan dengan banyak E-Prix. “Sudah lama sejak kami terakhir balapan di Marrakesh, dan tahun ini akan sangat berbeda karena kondisi cuaca”, ungkapnya.
Rekan setimnya, Nyck de Vries, mengaku secara pribadi telah menemukan Marrakesh sebagai sirkuit menyenangkan untuk dikendarai sebelumnya. Ia menantikan untuk kembali ke sirkuit dan memburu beberapa poin bagus untuk tim.
“Saya pikir seluruh tim menantikan balapan berikutnya. Kami memiliki celah kecil tetapi sekarang dapat bersiap untuk waktu intens dengan banyak balapan”, terang de Vries.
Marrakesh dikatakan akan sangat hangat, berarti tim akan menghadapi tantangan baru dibandingkan balapan lain musim ini. Ia mengakui, Jakarta juga panas, tapi berharap ini akan dibawa ke tingkat berbeda di akhir pekan mendatang.
Stoffel Vandoorne saat ini berada di puncak klasemen pembalap dengan nilai 123, sementara Nyck De Vries di posisi 6 dengan 65 poin. Pada klasemen tim, Mercedes-EQ berada di posisi pertama dengan 186 poin.
Balap mobil listrik Formula E Marrakesh E-Prix 2022 dijadwalkan pada 2 Juni di Circuit International Automobile Moulay El Hassan. 11 tim, 22 mobil, dan 22 pembalap akan adu cepat dan adu strategi.
Ian James, Ketua Tim, mengatakan bahwa musim ini akan menjadi tantangan berbeda. Bukan hanya karena medannya lebih kompetitif dari sebelumnya, bukan hanya karena tim melewati setengah poin di musim ini dan perebutan poin semakin sengit di setiap balapan, tetapi sebagian besar karena kondisi ekstrem di Marrakesh.
“Ini akan menjadi sangat panas saat kami berada di luar sana dan meskipun kami memiliki pengalaman tamasya terakhir kami di Jakarta, akhir pekan ini akan mengubah segalanya”, papar James.(z)









