
maiwanews – Rolls−Royce & Hyundai Motor Group menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan mobil terbang. Kemitraan ini akan memanfaatkan kemampuan penerbangan dan sertifikasi Rolls-Royce serta teknologi sel bahan bakar hidrogen dan kemampuan industrialisasi Hyundai Motor Group.
Dalam keterangannya Senin (18/07/2022), Hyundai mengumumkan, kedua pihak akan berkolaborasi dalam pengembangan Mobilitas Udara Tingkat Lanjut atau disebut juga dengan nama AAM (Advanced Air Mobility) berpenggerak listrik dengan teknologi sel bahan bakar hidrogen.
Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mencakup 5 tujuan strategis. Pertama adalah kolaborasi dalam pengembangan teknologi dan persyaratan sistem tenaga dan propulsi untuk Divisi Mobilitas Udara Tingkat Lanjut Hyundai.
Kedua, kolaborasi dalam industrialisasi tenaga Rolls-Royce dan sistem propulsi untuk pasar AAM. Tiga, pengembangan sistem propulsi listrik berbasis sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber energi untuk platform Mobilitas Udara Regional (Regional Air Mobility/RAM) Hyundai.
Keempat, kolaborasi sistem propulsi listrik sel bahan bakar bersama ke pasar AAM lebih luas. Tujuan strategis kelima adalah mendemonstrasi pesawat (mobil terbang) dengan sel bahan bakar listrik bersama pada tahun 2025.
Penandatanganan berlangsung di stan Supernal (perusahaan grup Hyundai) di Farnborough Airshow. Penandatanganan dihadiri CEO Rolls-Royce Warren East, Chief Technology and Strategy Officer Rolls-Royce Grazia Vittadini, dan Presiden Rolls-Royce Electrical Rob Watson.
Dari Hyundai Motor Group hadir Executive Chair Euisun Chung, Presiden dan Kepala Divisi AAM Grup Motor Hyundai Jaiwon Shin, dan Wakil Presiden Divisi AAM Grup Motor Hyundai Jaeyong Song.
Mengomentari kerjasama Rolls-Royce dengan Hyundai, Jaiwon Shin menyatakan senang dengan kemitraan tersebut. Keahlian penerbangan dan sertifikasi Rolls-Royce akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan sistem propulsi sel bahan bakar hidrogen.
Hyundai dikatakan telah berhasil mengirimkan sistem sel bahan bakar hidrogen ke pasar otomotif global dan sekarang sedang menjajaki kelayakan teknologi propulsi listrik dan hidrogen untuk integrasi kedirgantaraan.
“Kami percaya ini menjadi teknologi utama untuk mendukung tujuan industri penerbangan global untuk menerbangkan nol karbon pada tahun 2050”, ungkap Jaiwon Shin.
Hal serupa disampaikan Presiden Rolls-Royce Electrical Rob Watson, “Kami senang dapat bermitra dengan Hyundai Motor Group”. Menurutnya, Hyundai memberikan kesempatan berharga untuk memanfaatkan dan membangun kemampuan dari sektor kedirgantaraan dan otomotif.
Pasar Mobilitas Udara Tingkat Lanjut menawarkan potensi komersial cukup besar, dan kolaborasi ini mendukung ambisi bersama kedua pihak untuk memimpin di Pasar Mobilitas Udara Tingkat Lanjut.
“Ini juga merupakan demonstrasi lain dari peran Rolls-Royce dalam memberikan solusi di mana penumpang dimungkinkan melakukan perjalanan secara berkelanjutan dan membantu menghasilkan nol karbon bersih pada tahun 2050”, ujar Rob Watson. (jup)
.









