Delta Air Lines Pesan 107 Unit Pesawat Airbus A220

20220719-pesawat-terbang-airbus-a220-delta-air-lines-pub19jul2022
Pesawat Airbus A220 Delta Air Lines. Dipublikasikan Selasa, 19 Juli 2022. (Foto: Airbus)

maiwanews – Maskapai penerbangan Delta Air Lines telah mengkonfimasi pesanan 107 unit pesawat Airbus A220. 45 unit diantaranya A220-100, dan 62 lainnya adalah A220-300. A220 akan ditenagai oleh mesin dari Pratt & Whitney GTF.

Demikian disampaikan pihak perusahaan Airbus Selasa (19/07/2022) dari Farnborough, lokasi penyelenggaraan Farnborough International Airshow. Pameran dirgantara ini berlagsung 18-22 Juli 2022.

“A220-300 ekonomis, efisien, dan memberikan kinerja unggul”, kata Mahendra Nair, pejabat Fleet & TechOps Supply Chain di Delta.

Pesawat tambahan dari Keluarga A220 ini disebut sebagai investasi bagi pelanggan dan karyawan dan akan menjadi dasar saat perusahaan bekerja menuju masa depan lebih berkelanjutan untuk perjalanan udara.

“Delta adalah pelanggan A220 di AS (Amerika Serikat -red) dan sangat bagus untuk mengumumkan pesanan tambahan ini”, ungkap Christian Scherer, Airbus Chief Commercial Officer dan Head of Airbus International.

Pesanan Delta dinilai sebagai bentuk kepuasan terhadap A220 baik secara ekonomis dan dari perspektif penmpang. “Selain itu, keserbagunaan pesawat ini dengan kinerja lapangan terbang jarak jauh dan pendek menjadikannya pemenang nyata bagi pelanggan kami”, papar Christian Scherer.

Delta menerima pengiriman Airbus A220 pertamanya pada Oktober 2018, dan merupakan maskapai AS pertama mengoperasikan jenis pesawat tersebut. Hingga akhir Juni 2022, Delta mengoperasikan 388 armada pesawat Airbus, termasuk 56 pesawat A220, 249 pesawat Keluarga A320, 57 pesawat A330, dan 26 pesawat A350-900.

Airbus mengklaim A220 adalah satu-satunya pesawat khusus untuk pasar 100-150 kursi, menyatukan aerodinamika canggih, material canggih, dan mesin generasi terbaru dari Pratt & Whitney GTF.

A220 memberi pelanggan pengurangan kebisingan 50 persen. Pesawat keluarga A220 juga menekan pembakaran bahan bakar dan emisi CO2 (Carbon dioxide/karbon dioksida) hingga 25 persen lebih rendah dibandingkan pesawat generasi sebelumnya. Adapun emisi NOx (nitrogen oksida) sekitar 50 persen lebih rendah dibanding standar industri. (z/Airbus)