Rp 306 Triliun APBN untuk Subsidi dan Bunga Utang

SBY 3maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa APBN 2010 hampir sepertiga yakni sebesar Rp. 306 triliun habis untuk subsidi dan membayar bunga utang. Yakni terdiri dari Rp. 210 triliun lebih dihabiskan untuk subsidi BBM, listrik, pupuk, dan lain-lain serta Rp. 105 triliun untuk membayar bunga utang.

Total APBN pada 2010 menurut Presiden SBY adalah sebesar Rp 1.126 triliun, sementara pendapatan negara hanya Rp. 992 triliun, sehingga APBN kita defisit sebesar Rp. 133 triliun.

Karena  itu menurut SBY,  sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, maka beban subsidi pada APBN harus dikurangi secara bertahap, salah satu langkah yang akan diambil pemerintah dalam pengurangan beban subsidi itu yakni dengan cara menaikkan harga Tarif Dsar Listrik (TDL).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal dalam keterangan pers kepada wartawan dalam acara kumpul-kumpul (family gathering) di Istana Cipanas, Jumat, 18 Juni 2010 sore.

Dua pos subsidi yang cukup membebani APBN selama ini adalah subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas yang mencapai Rp. 90 triliun, sementara untuk listrik mencapai Rp. 55 triliun. Namun begitu, untuk sementara pemerintah hanya akan menaikkan TDL, itupun untuk pengguna listrik di atas 900 KWH.

Awalnya, kenaikan listrik ini akan dilaksanakan pada 1 Januari 2010, tapi setelah pemerintah menelaah perkembangan situasi bangsa, maka kenaikan itu baru akan diberlakukan pada awal Juli mendatang.

SBY juga menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa kebijakan kenaikan TD telah ditelaah dan dipertimbangkan secara matang, bukan keputusan yang gegabah. “Untuk menyelamatkan kepentingan perekonomian kita, sambil tetap memberikan perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” SBY menandaskan.