LAMONGAN – Menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan dilakukan penghitungan ulang hasil Pemilkada Lamongan 2010, kawasan Kantor KPUD setempat mulai disterilkan.
Bila sebelumnya kawasan ini dijaga oleh tim pendukung pasangan H. Suhandoyo – Hj. Kartika Hidayati (Sehati), sejak kemarin mulai disterilkan.
Sebelum ada keputusan MK, depan gudang logistik KPUD selalu dijaga oleh sekelompok orang, mulai kemarin sudah dibersihkan.
Bukan hanya depan gudang tersebut, setiap jalan atau lorong menuju gudang ini juga dijaga ketat, bahkan ditutup sementara waktu.
Akibat penutupan jalan ini, para pengendara harus muter-muter agar tidak melintas jalan ‘terlarang’ tersebut.
Praktis gudang yang yang sebelumya pintunya dikunci dengan tiga gembok dan tersegel, masing-masing kuncinya dipegang KPUD, Panwaskab dan Polres, kini dijaga ketat. Baik oleh aparat berseragam polisi lengkap dengan senjata maupun petugas berpakaian preman.
Sterilisasi ini sebagai respon atas keputusan MK yang merekomendasikan untuk dilakukan penghitungan ulang hasil Pemilukada Lamongan yang digelar pada 23 Mei lalu.
Keputusan MK tersebut sebagai tindaklanjut dikabulkannya gugatan tim Sehati.
Bukan hanya kawasan antor KPUD, menyikapi keputusan MK ini, polisi juga siap melakukan apengamanan secara keseluruhan, termasuk perkantoran.
Disamping itu, petugas juga meningkatkan patrol.
‘’Kami tetap melakukan pengamanan untuk antisipasi hal-hal tidak diinginkan pasca keluarnya keputusan MK kemarin sore,’’ kata Wakapolres Lamongan, Kompol Tony S.
Sementara, atas keputusan MK tersebut, KPUD Lamongan melakukan konsultasi kepada KPU pusat, kemarin. Setelah konsultasi, panitia penyelenggara pemilu ini segera rapat koordinasi dengan jajarannya, baik dengan PPK hingga dengan PPS.
Setelah rapat, baru dilakukan koordinasi dengan KPU Propinsi.
‘’Segera kami akan melakukan rapat koordinasi, setidaknya pada pekan depan bisa dilakukan,’’ kata Ketua KPUD Lamongan, Khoirul Huda.
Setelah rapat koordinasi dengan propinsi, lanjut Huda yang juga Ketua PC Ansor setempat ini, pihaknya baru menyunsun anggaran. Penyusunan anggaran ini dilakukan, karena anggaran miliar Pemilukada Lamongan 2010 lalu sebesar Rp 12,5 miliar, tidak termasuk untuk penghitungan ulang.
Usai merancang anggaran, pihaknya baru mengusulkan ke Pemkab. Bila pada Pemilukada lalu KPUD mengusulkan 18,5 miliar hanya disetujui Rp 12,5 miliar,
untuk penghitungan ulang ini pihaknya belum bisa memastikan berapa besar dana yang dibutuhkan.
‘’Kita rancang dulu baru kita usulkan ke Pemkab,’’ kata Huda.
Seperti diketahui, sebelum Keputusan MK, KPUD Lamongan menetapkan hasil Pemilukada setempat yang digelar pada 23 Mei lalu, pasangan nomor 3 H. Fadeli – Amar Saifudin (Faham) memperoleh 253.997 suara (40,91 %), pasangan nomor 4 H. Suhandoyo – Hj Kartika Hidayati (Sehati) dengan perolehan 238.816 (38,47 %).
Berikutnya pasangan nomor 1 H. Tsalaits Fahami – H. Subagio Rahmat (Sahabat) mengemas 90.029 suara (14,50 %). Sedangkan pasangan Ongky Wijaya-Basir Sutikno (Obama) memperoleh 37.993 (6,12%).









