Marinir Indonesia dan Amerika Gelar Latihan Bersama

marinir RI-AS latihan bersamamaiwanews – Marinir Indonesia dan Marinir Amerika kembali melakukan latihan bersama (Latma) yang diberi nama Interoperability-Field Training Exercise (IIP-FTX) Indonesia – USA Marine Exercise (Indusa Marex) 2010.

Rangkaian latihan bersama itu ditandai dengan pendaratan Amfibi bersama di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, yang kemudian dilanjutkan dengan upacara di lapangan Apel Puslatpur Baluran, Sabtu, 19 Juni 2010.

Dengan latihan bersama, diharapkan kesamaaan visi dan persepsi tentang operasi amfibi dapat tercipta, sehingga kedepan kita dapat menyikapi perkembangan lingkungan strategis yang terus berjalan.

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin dalam amanatnya yang dibacakan oleh Komandan Komando Latih Korps Marinir  Kolonel Marinir Purwadi selaku inspektur upacara pada acara pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, perkembangan lingkungan strategis internasional maupun nasional masih diwarnai berbagai isu terorisme dan berbagai tindakan yang bertujuan mengganggu stabilitas internasional masih terjadi dibeberapa negara, hal inilah yang mendasari pasukan amfibi kedua negara yaitu USMC dan Korps Marinir untuk terus mengasah ketrampilan bertempur secara profesional.

Tujuan latihan bersama adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan operasi amfibi, sekaligus menciptakan hubungan persaudaraan yang erat Marines Brotherhood antara pasukan kedua negara serta untuk menjalin kerjasama militer di bidang pertahanan”, tegas orang nomor satu dijajaran Korps Baret Ungu itu.

Dalam  IIP-FTX Marex 2010 itu akan dilatihkan beberapa materi diantaranya latihan operasi amfibi, patroli tempur, tembak tempur, perang kota, sniper dan lain-lain, selain latihan perang juga akan dilaksanakan bakti sosial kesehatan di Puskesmas Wonorejo Kec. Banyu Putih dan renovasi gedung SDN 03 Banyu Putih.

Komandan Korps Marinir juga menyampaikan beberapa penekanan dalam melaksanakan latihan yaitu Pertama, Laksanakan latihan dengan sebaik-baiknya, serap dan pahami seluruh materi yang diberikan agar dapat diaplikasikan di kesatuan masing-masing, Kedua, manfaatkan momentum bersama ini dengan saling bertukar pengetahuan dan pengalaman sehingga visi dan misi latihan dapat tercapai, Ketiga, Tumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan sebagai sesama Marinir, sehingga hubungan kerjasama yang sudah dijalin dengan baik ini dapat terpelihara, Keempat, utamakan faktor keselamatan, ikuti semua prosedur latihan dengan sebaik-baiknya agar kerugian personel dan material dapat dihindari “Zero Accident”.

Kegiatan bergengsi yang dikomandani Mayor Marinir Nurhidayat itu, seperti yang dikutip dari situs TNIAL, akan berlangsung hingga 26 Juni 2010 dengan melibatkan 496 prajurit Marinir Indonesia, 660 prajurit USMC, 1 kapal perang USS Dubuque, 15 unit Assoult Amphibious Vehicles (AAV) dan 2 unit Heli Cinox.