Perpustakaan Ali Alatas merupakan perpustakaan yang semula dikenal sebagai Perpustakaan BPPK Departemen Luar Negeri. Perpustakaan BPPK, awalnya hanya diperuntukkan bagi kepentingan internal Deplu, semakin hari menunjukkan peran pentingnya sebagai salah satu rujukan bagi masyarakat umum, khususnya kalangan mahasiswa, akademisi dan peneliti untuk mencari sumber referensi terkait politik luar negeri RI dan isu-isu internasional.
Guna menjawab perkembangan kebutuhan akan sumber referensi terkait politik luar negeri, BPPK melakukan pembenahan pada Perpustakaan BPPK. Pembenahan tersebut antara lain dengan menambahkan jumlah koleksi buku, menerapkan sistem katalog online, mengembangkan E-library dengan menggunakan program open source bernama “Senayan”, melengkapi sarana dan prasarana dengan menyediakan ruang komputer dan Ali Alatas Corner.
Perpustakaan Ali Alatas hingga saat ini memiliki 16.000 koleksi buku, 4000 diantaranya telah di-input dalam sistem E-library Perpustakaan Ali Alatas. Selain membuat pengelolaan perpustakaan menjadi lebih efektif dan efisien, E-library Perpustakaan Ali Alatas akan memudahkan mencari sumber-sumber informasi yang diinginkan secara online di alamat www.e-library.deplu.go.id
Pembenahan tersebut diikuti dengan pergantian nama dari Perpustakaan BPPK menjadi Perpustakaan Ali Alatas guna menghapus stigma perpustkaan sebagai ‘gudang buku yang berdebu’ sekaligus sebagai wujud penghargaan kepada (Alm.) Ali Alatas atas jasa dan dedikasi Beliau terhadap perkembangan diplomasi Indonesia. Sebagai kontribusi terhadap perkembangan diplomasi RI, Mantan Menlu (Alm.) Ali Alatas melalui istri Beliau, Ibu Junisa Alatas, telah menyumbangkan koleksi pribadi beliau yang terdiri dari buku-buku, meja kerja, lemari, seperangkat kursi tamu, dan sebuah karpet kepada Perpustakaan BPPK. Koleksi tersebut akan diletakkan dalam satu ruang khusus yang diberi nama ‘Ali Alatas Corner”.
Perpustakaan Ali Alatas, yang telah diresmikan oleh Menteri Luar Negeri Dr. N. Hassan Wirajuda, Senin, 19 Oktober 2009, diharapkan akan menjadi focal point bagi perpustakaan-perpustakaan lainnya yang dikelola berbagai satuan kerja di Deplu, serta menjadi rujukan data dan informasi terkait politik luar negeri RI dan isu-isu internasional lainnya bagi kalangan internal Deplu khususnya, maupun kalangan akademisi dan masyarakat pada umumnya. (deplu)









