maiwanews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera membangun kereta bawah tanah sebagai bagian dari proyek Mass Rapid Transportation (MRT) DKI. Proyek tersebut rencananya mulai dibangun akhir 2011 mendatang.
MRT ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan di Jakarta yang sudah makin parah, karena kereta itu nantinya mampu mengangkut ribuan melebihi kapasitas bus yang hanya 50-150 orang bolak-balik.
Hal itu disampaikan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan, Ahmad Hariyadi, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat, 23 juli 2010.
Untuk tahap pertama, Koridor yang siap dibangun oleh PT Mass Rapid Transportation (MRT) yang akan dibentuk itu adalah untuk jurusan Lebak Bulus – Bundaran HI.
Menurut Ahmad, pembiayaan proyek yang akan dinikmati pada 2015 ini, akan ditanggung bersama oleh pemerintah pusat sebanyak 42 persen dan sisanya oleh pemerintah DKI Jakarta sebesar 58 persen.
Pembiayaan dari pemerintah pusat, lanjut Ahmad, akan diperoleh dari pinjaman proyek dari JICA (Japan International Cooperation Agency).
Proyek MRT yang diawali dengan MoU Dephub dan Pemprov DKI dan telah direncanakan sejak Juli 2004 itu, ke depannya akan dikembangkan hingga menjangkau Tangerang dan Bekasi.









