maiwanews – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menduga berlarutnya kasus Sisminbakum karena ada motif rivalitas antara Jampidsus M Amari dengan Jamwas Marwan Effendi.
Menurut Boyamin, motif persaingan antar elit Kejagung tersebut diduga terkait perebutan posisi Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung yang saat ini sedang disorot legalitasnya.
Persaingan itu terjadi karena kelemahan Jaksa Agung sendiri, sehingga dapat dipermainkan oleh bawahannya. Akibatnya, lanjut Boyamin, harus ada korban seseorang yang seharusnya tidak jadi tersangka tetapi dijadikan tersangka.
“Saya memang mencium adanya perebutan pengaruh antara keduanya ,” kata Boyamin Saiman kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 23 Juli 2010.
Dugaan adanya rivalitas antar elit Kejagung dalam kasus Sisminbakum ini juga bisa dilihat dari rencana Marwan memanggil Amari karena melakukan pertemuan dengan Hary Tanoesoedibjo.
Rencana pemanggilan Amari oleh Marwan sebagai Jamwas menurut pandangan Boyamin, juga tidak lepas dari kepentingan Marwan untuk memperlihatkan pengaruhnya di kejaksaan Agung.
Terlepas dari itu, Boyamin mengapresiasi keterbukaan Amari yang mengumumkan pertemuannya dengan Hary Tanoe. Pertemuan itu disetujui Amari karena untuk membicarakan ganti rugi negara, dan itu telah dilaporkan kepada jaksa Agung.









