maiwanews – Forum Betawi Rempug (FBR) mengatakan bahwa pihaknya yang diserang oleh warga lebih dulu dalam bentrokan yang terjadi Minggu malam di kawasan Rempoa. Karena itu, FBR menglaim pihaknya adalah korban.
“Sebenarnya FBR itu adalah korban. Lho itu motor dan mobil yang dirusak itu adalah anggota kami. Itu motor punya anggota kami. Kami yang terlebih dahulu diserang sama warga,” kata Harry Ibrahim.
Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Forum Betawi Rempug, Harry Ibrahim yang datang menjenguk puluhan anggota FBR yang diamankan di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Agustus 2010.
Menurutnya Harry, pada Sabtu malam, FBR sedang menggelar milad di Mesjid Kubah Emas, Depok. Saat pulang, konvoi melihat bendera-bendera FBR di kawasan Rempoa telah dicopot dan dibakar.
Tidak jelas bagaimana persis kejadian selanjutnya, namun FBR merasa diserang lebih dahulu. “Pas kita lewat kita ditimpuki. Anggota membalas karena tidak terima. Makanya sebenarnya yang korban adalah kami,” jelas Harry.
Kedatangan Harry bersama tiga orang pengacara FBR lainnya tidak dapat menemui anggota FBR yang ditahan karena menurut Harry, polisi mensyaratkan harus ada izin dari Kapolres.
“Kami ke sini untuk mendampingi anggota kami yang ditangkap semalam, tapi kami tidak boleh menemui mereka, padahal setiap orang berhak didampingi pengacara,” kata Harry dengan nada kesal.
Saat ini, di kawasan bekas bentrokan, sudah berangsur kondusif, namun sebagian warga Rempoa masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan lanjutan. Warga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.









